Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama

Sistem tata pamong yang baik perlu dukungan dari aspek-aspek lain, yaitu:

  1. Struktur Tata Pamong menjamin tercapainya visi, misi, dan tujuan universitas. Oleh karenanya, perlu memenuhi 5 pilar utama dalam tata pamong dan tata kelola, yaitu kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan adil.
  2. Memiliki struktur organisasi yang lengkap yaitu Pimpinan, Senat, Dewan Kurator, dan Majelis Pengasuh (Statuta pasal 57). Pimpinan terdiri dari Rektor dan Wakil Rektor (I, II, & III) (Statuta pasal 59). Adapun organisasi yang bertanggungjawab dalam tata kelola Universitas meliputi Badan Penyelenggara, Unsur Pimpinan Universitas, Unsur Badan, Lembaga, dan Direktorat, Unsur Biro Pelaksana Administrasi, Unsur Fakultas, Unsur Pimpinan Pascasarjana, dan Unsur Penunjang Tri Dharma dan Kekhasan UNIDA Gontor (Statuta pasal 75).
Fungsi dan struktur UNIDA Gontor mengacu pada Pedoman Sistem Tata Kelola UNIDA Gontor yang terdapat dalam Manual Prosedur. Sistem tata kelola di lingkungan UNIDA Gontor mencerminkan mekanisme perencanaan (planning), pengaturan (organizing), pelaksanaan (acting), pengawalan/monitoring (controlling), dan evaluasi (evaluating). Semua hal tersebut adalah dalam rangka menciptakan praktik tata pamong dan tata kelola yang kredibel, transparan, bertanggungjawab, dan adil.
Pola kepemimpinan di UNIDA Gontor bertugas memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel. Pengambilan keputusan di UNIDA Gontor bersifat akomodatif karena pengambilan keputusan bersumber dari dua arah. Kedua arah tersebut yakni bersifat top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan kesetaraan (equity). Kepemimpinan dijalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi yaitu, publik, organisasi, dan operasional.
Kode etik di lingkungan UNIDA Gontor merujuk pada Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 04/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Kode Etik Dosen Universitas Darussalam Gontor, Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 05/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Kode Etik Tenaga Kependidikan Universitas Darussalam Gontor, dan Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 06/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Kode Etik Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Dalam SK tersebut, diatur disiplin umum, disiplin penampilan, disiplin keluar masuk kampus, disiplin asrama, disiplin ujian, dan sanksi serta hukuman disiplin mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Dalam mengontrol keberlangsungan kode etik dan disiplin di UNIDA Gontor, dibentuk Direktorat Kepengasuhan. Direktorat ini menaungi semua disiplin dan kode etik mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di UNIDA Gontor dan bertugas menjalankan sanksi disiplin yang berlaku.
Implementasi sistem Penjaminan Mutu di UNIDA Gontor dilakukan secara terpadu oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) dengan mengacu pada standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UNIDA Gontor. Standar SPMI berisikan kriteria, standar, ukuran, strategi, dan spesifikasi mengenai hal-hal yang harus dicapai dan dipenuhi. Dalam prosesnya, UNIDA Gontor melakukan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu.
Penetapan kebijakan dalam rangka pelaksanaan kerjasama sistem  kerjasama, demi terwujudnya visi, misi, serta tercapainya sasaran dan tujuan institusi berdasarkan pada SK Rektor Nomor 457/UNIDA/R-e/XI/1437 Tentang Penetapan Rencana Strategis 2016-2020 UNIDA Gontor. Adapun mengenai Pedoman dan rumusan Pengelolaan dan Kerjasama baik dalam negeri maupun luar negeri yang merujuk pada Keputusan Mendiknas No. 246/U/1999 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi, serta SK Ditjen Dikti No. 61/DIKTI/Kep/2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kerjasama Perguruan Tinggi. Dalam ketentuan ini dijelaskan bahwa perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga, instansi dan perguruan tinggi, baik dalam skala nasional maupun internasional.
Pedoman Kerjasama di UNIDA Gontor diatur dalam Statuta UNIDA Gontor Pasal 102 dan Pasal 103. Dalam Pasal 102, diatur tujuan, asas, dan prinsip kerjasama UNIDA Gontor untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jaringan kemitraan, dan meningkatkan daya saing berbasis hasil penelitian di bidang industri dan pembangunan. Hingga 2018, total 141 kerjasama yang terjalin dan memiliki manfaat dalam peningkatan Tri Dharma di UNIDA Gontor.
Kebijakan
Demi terciptanya tata pamong dan tata kelola yang baik serta sistem kerjasama yang teratur, maka UNIDA Gontor menetapkan kebijakan berdasarkan dokumen-dokumen sebagai berikut:
  1. Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem  Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 139 tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi;
  4. Permendikbud RI No. 139 tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi
  5. Keputusan Mendikbud RI No. 197/E/O/2014 tentang izin pendirian UNIDA Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam Pondok Modern Darussalam Gontor;
  6. Keputusan Mendiknas No. 246/U/1999 tentang Kerjasama Perguruan Tinggi;
  7. SK Ditjen Dikti No. 61/DIKTI/Kep/2000 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kerjasama Perguruan Tinggi.
  8. SK Rektor Nomor 457/UNIDA/R-e/XI/1437 Tentang Penetapan Rencana Strategis 2016-2020 UNIDA Gontor;
  9. Surat Persetujuan Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam  No. 173/YPTD/f/VII/2015 tentang integrasi ISID Gontor ke UNIDA Gontor;
  10. Akta Pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam;
  11. Statuta UNIDA Gontor;
  12. Rencana Induk Pengembangan UNIDA Gontor tahun 2014-2040;
  13. Rencana Strategis (Renstra) UNIDA Gontor tahun 2016-2020;
  14. Pedoman Kerjasama UNIDA Gontor tahun 2017.
  15. SK Rektor UNIDA Gontor Nomor 595/UNIDA/R-e/II/1439 tentang Dokumen SPMI Universitas Darussalam Gontor tahun 1439/2017.
  16. Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 04/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Kode Etik Dosen Universitas Darussalam Gontor
  17. Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 05/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Kode Etik Tenaga Kependidikan Universitas Darussalam Gontor;
  18. Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 06/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Kode Etik Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor.
  19. Keputusan Rektor 124/UNIDA/R-e/XI/1435 tentang Deskripsi dan Rincian Tugas Tanggung Jawab di UNIDA Gontor;
  20. Keputusan Rektor 675/UNIDA/R-e/IV/1437 tentang Pemberlakuan Sistem Akademik Yang Terintergrasi;
  21. Keputusan Rektor UNIDA Gontor Nomor 225/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Pembentukan Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UNIDA Gontor
Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar
 
No Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Ketercapaian Sumber Daya Mekanisme Kontrol
1 Sistem Tata Pamong Membentuk Organ dan Struktur lengkap untuk membantu pimpinan dalam mencapai VMTS sesuai Job-Description

 
-Tersusunnya Dokumen Formal yang mengatur struktur dan organ tata kerja di UNIDA Gontor;
-Konsistensi tugas pokok dan fungsi tiap unit kerja untuk menciptakan tata pamong yang efektif dan efisien.
-Tercapainya 5 pilar sistem tata pamong;
Pimpinan Institusi,
Seluruh Organ dan Struktur,
Seluruh Fungsionaris Fakultas, Biro, dan Lembaga.
Statuta UNIDA Gontor, RIP UNIDA Gontor, Renstra UNIDA Gontor, SK Ortaker, SOP Kepegawaian, Rapat Evaluasi Kinerja, Rapat Fungsionaris
2 Sistem Tata Kelola Berjalannya Penjaminan Mutu di setiap unit kerja sesuai dengan siklus PPEPP

 
-Adanya Dokumen Formal SPMI
-Terlaksananya AMI di satuan kerja.
-Berjalannya siklus SPMI di seluruh unit kerja
 
Pimpinan Institusi, BPM, Kepala Biro, Kepala Lembaga, Dekan Fakultas, Auditor Internal Statuta UNIDA Gontor, Dokumen SPMI UNIDA Gontor, Panduan AMI
3 Kerjasama Manfaat kerjasama dalam penerapan Tridharma PT dan kepuasan kepada mitra -Realisasi kerjasama yang memberikan manfaat kepada Lembaga/Biro dan UPPS terkait
-Tercapainya peningkatan kinerja Tridharma
-Kepuasan mitra kerjasama tercapai
Pimpinan Institusi, Biro Kerjasama, Biro/Lembaga dan UPPS Terkait, Mitra Kerjasama Statuta UNIDA Gontor, Pedoman Kerjasama,

A. Indikator Kinerja Utama
Tata Pamong dan Tata Kelola

Nilai-nilai dasar ‘Panca Jiwa’, ‘Motto Pondok’, dan ‘Filasafat Hidup’ menjadi landasanpraktik tata pamong dan tata kelola yang kredibel, transparan, bertanggungjawab, dan adil di UNIDA Gontor. Struktur organisasi dan tata pamong diatur dalam Statuta Universitas Darussalam Gontor dan diperinci dalam Keputusan Rektor 124/UNIDA/R-e/XI/1435 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Darussalam Gontor.            

Tata Pamong yang Kredibel
Untuk menjamin kredibilitasnya, tata pamong UNIDA Gontor didasarkan pada sejumlah aturan yang menjelaskan tugas dan fungsi pokok dari tiap elemen organisasi UNIDA Gontor. Setiap elemen memiliki fungsi yang spesifik yang menggambarkan sistem input-proses-output dari setiap kegiatan. Aturan-aturan tersebut adalah Statuta UNIDA Gontor, Ortala UNIDA Gontor, dan deskripsi serta rincian tugas tanggung jawab UNIDA Gontor. Dokumen-dokumen tersebut menjadi landasan setiap tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab tiap elemen mulai dari yang paling tinggi hingga paling rendah. Hal tersebut juga mencerminkan mekanisme perencanaan (planning), pengaturan (organizing), pelaksanaan (acting), pengawalan/monitoring (controlling), dan evaluasi (evaluating). Berikut adalah sejumlah langkah strategis yang dilakukan untuk sebagai bentuk implementasi tata pamong yang kredibel di UNIDA Gontor.
Pertama, pada aspek struktur organisasi, Rektor selaku pimpinan universitas dipilih oleh Senat dan disahkan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam setiap 5 tahun. Rektor yang pernah menjabat dapat dipilih kembali sesuai dengan hasil keputusan Sidang Badan Wakaf. Semua keputusan rektor perlu bersandar pada tujuan pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor sebagaimana pihak Yayasan bertanggung jawab kepada Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dalam penentuan kebijakan mutu, sasaran mutu, Rencana Strategis (renstra), dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) UNIDA Gontor, pimpinan Universitas menetapkan berbagai mekanisme yang terstruktur sesuai dengan wewenang dan tugas (WT) masing-masing unit kerja. Berbagai pihak dari setiap unit kerja, stakeholder internal maupun eksternal dilibatkan dalam penetapan keputusan. Dengan adanya sistem laporan pertanggungjawaban Rektor dan Ketua Yayasan dalam Sidang Badan Wakaf yang diadakan setiap tahun dua kali, berbagai kebijakan rektor dan yayasan terkait dengan UNIDA Gontor dapat selalu terkontrol dan menghindari keputusan yang tidak sesuai dengan nilai dan sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor.  
Kedua, dalam bidang akademik, upaya menjamin kredibilitas tata pamong diimplementasikan dalam sistem yang mapan mulai dari penerimaan mahasiswa baru, proses perkuliahan, evaluasi studi, administrasi akademik kemahasiswaan, hingga kelulusan. Penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan dengan mengikuti serangkaian sistem seleksi yang baku dan standar, mulai dari tes lisan (ibadah, bacaan al-Qur’an, bahasa Arab dan Inggris, dan psycho-test) hingga tes tulis (bahasa Arab dan Inggris, Dirasah Islamiyyah, dan Pengetahuan Umum). Hasil pengumuman kelulusan diputuskan melalui Rapat Senat Universitas dengan mempertimbangkan hasil tes calon mahasiswa dan melihat kapasitas kuota masing-masing prodi tujuan.
Semua proses tersebut dalam rangka menjamin obyektivitas dan menjaga transparansi penerimaan mahasiswa. Administrasi akademik kemahasiswaan juga dijamin kredibilitasnya dengan dukungan pedoman yang jelas dan tegas yang telah diterjemahkan dalam sistem informasi menajemen yang kokoh dan rapat guna menghindari mis-administration akibat human error. Sistem tersebut juga membuka ruang yang luas bagi stakeholder internal dan eksternal UNIDA Gontor untuk memberi pengawasan, mengadakan monitoring, mengakses informasi, bahkan mengevaluasi kinerja administrasi akademik kemahasiswaan. Salah satu sistem akademik yang terintergrasi dalam monitoring pelaksaan kegiatan pembelajaran dan dapat diakses publik adalah www.siakad.unida.gontor.ac.id (Keputusan Rektor 675/UNIDA/R-e/IV/1437 tentang Pemberlakuan Buku Panduan Universitas Darussalam Gontor Pasal 4).
Ketiga, pada aspek pelaksanaan tridarma secara umum, UNIDA Gontor memiliki sistem ‎penjaminan mutu yang mapan, tegas, dan jelas pada seluruh aspek tridarma yang tertuang dalam standar mutu UNIDA Gontor. BPM telah menyusun Buku Kebijakan Mutu, Buku Manual Mutu, Buku Standar Mutu, dan Borang (Formulis) SPMI UNIDA Gontor sebagai langkah penetapan. Untuk menjamin terlaksananya panduan mutu, secara berkala ‎dilaksanakan audit mutu internal minimal satu kali dalam satu tahun. ‎
Keempat, pada aspek kepegawaian, upaya untuk menjami kredibilitas tata pamong dilakukan secara komprehensif mulai dari seleksi dan penempatan, pengawasan, hingga pengembangan kompetensi setiap pegawai dan unsur pimpinan yang menempati posisi tertentu. Untuk kepentingan itu, UNIDA Gontor telah menyusun dan melaksanakan sejumlah prosedur mutu di bidang kepegawaian. Di antara prosedur tersebut adalah Prosedur Mutu Penempatan Pegawai. UNIDA Gontor memberikan beberapa pertimbangan sejalan dengan prosedur tersebut dalam penempatan dan mutasi pegawai pada suatu pos dengan melihat berbagai faktor seperti prestasi akademis, etos kerja, kinerja, pengalaman kerja, kesehatan fisik dan mental, status perkawinan, dan faktor usia.
Mekanisme tersebut ditindaklanjuti dengan adanya pertemuan Dwipekanan antara seluruh pegawai (dosen, staf, dan tenaga kependidikan) dengan staf BAUK (Biro Administrasi Umum dan Keuangan) dan pimpinan Universitas. Pertemuan tersebut bertujuan sebagai bentuk penugasan, pengawalan, dan evaluasi terhadap kinerja masing-masing pos, baik secara kolektif maupun secara personal.
Tidak berhenti di kinerja. Poin utama diadakannya pertemuan tersebut adalah sebagai pengawalan nilai-nilai kepesantrenan dan pembaharuan niat (tajdid an’-niyyah). Karenanya, pertemuan tersebut diisi dengan Tahsin Bacaan al-Qur’an, renungan, dan pemberian materi Islamisasi.

Sistem Tata Pamong yang Transparan
Transparansi atau keterbukaan tata pamong mengandung maksud bahwa informasi yang terkait dengan sistem tata pamong UNIDA Gontor dapat diakses oleh stakeholder UNIDA Gontor, baik internal maupun eksternal secara mudah dan akurat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Transparansi tata pamong ini dapat dicapai berkat ketersediaan sistem informasi yang komprehensif ditunjang dengan manajemen yang mapan. Informasi yang tersedia juga didistribusikan secara berkualitas kepada seluruh elemen dan civitas akademika UNIDA Gontor. Transparansi tata pamong mencakup beberapa bidang, yaitu:
Pertama, di bidang akademik, selain dengan adanya sistem akademik manajemen elektronik terpadu berbasis online (www.siakad.unida.gontor.ac.id) dan sistem akademik jadwal dosen dan perkuliahan (www.simpatika.unida.gontor.ac.id), juga ditunjukkan dengan komitmen UNIDA Gontor dalam kebijakan tarif tunggal Sumbangan Pengembangan Lembaga (SPL) mahasiswa baru yang diinformasikan secara terbuka kepada publik sejak informasi pendaftaran mahasiswa baru dipublikasikan.
Kedua, bidang keuangan, transparansi ditunjukkan dengan pemisahan yang tegas antara fungsi keuangan-kebendaharaan dan fungsi pencatatan-akuntasi (Keputusan Rektor No. 124/UNIDA/R-e/XI/1435 tentang Organisasi dan Tata Kelola di UNIDA Gontor). Pemisahan ini dilakukan untuk menghindari overlap dan tumpang-tindih kebijakan dan tugas antara kedua satu kerja tersebut. Hal yang demikian membuat administrasi umum, administrasi keuangan, dan administrasi kepegawaian menjadi lebih tertib. Informasi yang dikelola, diolah, dan didistribusikan menjadi lebih berkualitas, akurat,  dan valid. Informasi tersebut juga memudahkan para stakeholder UNIDA Gontor yang relevan untuk memeriksa dan mencatat.
Ketiga, bidang kepegawaian, transparansi tata pamong   ditunjukkan dalam rekrutmen dan penempatan pegawai. Rekrutmen pegawai dilaksanakan secara terbuka, umum, dengan syarat dan ketentuan diumumkan melalui website UNIDA Gontor, media massa, dan platform media lainnya sesuai dengan kualifikasi dan formasi yang dibutuhkan. Penempatan pegawai juga disandarkan pada rapat Senat Universitas dengan mengacu pada pedoman dasar penerimaan pegawai di lingkungan UNIDA Gontor. Sistem informasi kepegawaian juga dapat diakses secara online melalui simpeg.unida.gontor.ac.id.

Sistem Tata Pamong yang Akuntabel
Akuntabiltas tata pamong mengandung maksud bahwa seluruh praktik UNIDA Gontor ‎selaras dengan dan dapat dipertanggung jawabkan menurut ketentuan peraturan dan ‎perundang-undangan yang berlaku, serta tidak bertentangan dengan kedua hal tersebut, di mana pertanggungjawaban ini menyangkut sumber (input), proses yang dilakukan, dan hasil (output) yang diberikan. UNIDA Gontor menetapkan struktur, tugas pokok, fungsi, dan tanggungjawab masing-masing. Monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan mulai dari tingkat satuan kerja terkecil secara berkala dan kemudian meningkat ke satuan kerja yang lebih besar (biro/lembaga) dan bermuara di tingkat universitas.
Untuk memastikan akuntabilitas tata pamong, UNIDA Gontor melaksanakan audit ‎internal baik akademik (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan ‎Kemahasiswaan) maupun nonakademik (Kepegawaian, Keuangan, Akuntansi dan ‎Sarana Prasarana). Audit ini dilaksanakan secara berkala sesuai dengan peraturan yang berlaku di tiap unit kerja. Adapun audit tingkat universitas dilakukan minimal 1 kali dalam satu tahun ajaran. Tugas audit adalah melakukan penilaian/pengukuran, analisis dan ‎interpretasi dari aktivitas organisasi di bidang akademik dan non akademik secara ‎independen. Pada dasarnya ruang lingkup audit internal mencakup segala aspek ‎kegiatan dalam organisasi dalam rangka penilaian kinerja untuk tujuan mengevaluasi ‎dan mengendalikan aktivitas organisasi, sehingga proses, tujuan dan sasaran ‎organisasi dapat dicapai dengan efesien dan efektif.
Saat ini, UNIDA Gontor telah memiliki 52 auditor internal yang telah lulus pelatihan. Seluruh Auditor ini bertugas menjalankan audit internal di seluruh satuan kerja secara berkala sesuai kalender AMI yang telah ditetapkan dalam kalender akademik.
Di samping audit internal juga ‎dilakukan audit eksternal baik di bidang akademik maupun penunjang akademik, Audit eksternal ‎bidang akademik dilakukan oleh Tim Pembinaan, Pengendalian, dan Pengawasan (BINDALWAS), Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-‎PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PT-Kes).
 
Sistem Tata Pamong yang Bertanggungjawab
UNIDA Gontor mendorong seluruh civitas akademika untuk ikut andil dalam pengelolaan dan pengembangan institusi perguruan tinggi. Atas dasar itu, maka setiap individu yang mendapatkan amanah untuk menyelesaikan tugas organisasi wajib bertanggungjawab atas keberlangsungan tugas, fungsi, dan tanggungjawab yang menyertai sebagaimana termaktub dalam Statuta UNIDA Gontor dan Ortala UNIDA Gontor serta sesuai dengan nilai dan sunnah Pondok Modern Darussalam Gontor. Berbagai etika dan norma semua civitas akademika UNIDA Gontor telah diatur dalam Kode Etik Mahasiswa, Dosen, maupun Pegawai bersandar pada syari’ah Islam, kultur pesantren, nilai, jiwa dan filsafat hidup Pondok Modern.
Untuk kepentingan tersebut, UNIDA Gontor telah menyusun Pedoman Akademik, Pedoman Etika dan Norma Dosen, Mahasiswa, dan Pegawai. Penyusunan pedoman tersebut ditindaklanjuti dengan implementasi nilai, etika, dan norma para mahasiswa di asrama, mahasiswa-dosen di ruang kelas, dan mahasiswa-pegawai di satuan kerja lainnya. Kultur pesantren menuntut para dosen untuk tidak hanya memberi contoh di ruang kelas, namun lebih kepada menjadi teladan dalam berbagai kegiatan, baik akademik maupun non-akademik bagi sesama dosen, pegawai, dan mahasiswa.
Evaluasi mingguan dan bulanan mahasiswa dengan Dewan Mahasiswa dan Direktorat Kepengasuhan menjadi salah satu bentuk tanggungjawab Universitas dalam mendidik, mengontrol, dan membimbing para mahasiswa untuk menjunjung tinggi etika dan norma dengan tetap berjiwa pesantren. Etika dan norma mahasiswa, pegawai, dan dosen di kehidupan sehari-hari dipastikan akan membentuk pola pikir, sikap, dan tingkah laku pribadi yang santun hingga dalam masalah akademik, penelitian, dan administrasi.

Sistem Tata Pamong yang Adil
UNIDA Gontor memberikan perlakuan adil, non-diskriminatif, dan berimbang kepada para pemangku kepentingan terkait (equitable treatment) artinya UNIDA Gontor memberikan pelayanan yang sama baik kepada pimpinan, dosen, karyawan, mahasiswa, alumni, dan masyarakat pengguna lulusan. Prinsip tersebut sesuai dengan jiwa Ukhuwwah Islamiyyah yang ditanamkan kepada seluruh civitas akademika (dosen, mahasiswa, dan pegawai). Rasa persaudaraan sesama muslim dan sesama manusia membuat berbagai kebijakan dan peraturan di UNIDA Gontor selalu memperhatikan reward and punishment tanpa melihat latar belakang personal. Semua peraturan berlaku untuk keseluruhan civitas akademika di UNIDA Gontor tanpa terkecuali. Semua pihak juga berkesempatan sama untuk menjabat di suatu jabatan, kepanitiaan, struktur organisasi, dan unit kerja sesuai dengan kapasitas masing-masing. 
UNIDA Gontor  mengapresiasi berbagai prestasi dan pencapaian para civitas akademika, baik secara personal maupun secara kolektif. Dari segi dosen, setiap penutupan satu tahun ajaran diumumkan para dosen yang berprestasi, mencapai indeks pembelajaran yang baik, publikasi ilmiah nasional/internasional, dan keaktifan dalam berpartisipasi di berbagai event regional, nasional, maupun internasional.
Dari segi mahasiswa, berbagai penghargaan diberikan kepada mereka yang berprestasi baik secara akademik maupun  penunjang akademik. Berbagai beasiswa juga dipersiapkan bagi mahasiswa yang berprestasi, baik dari internal kampus, Laziswaf, maupun pihak eksternal yang sudah .  
Dari segi pegawai, disiapkan juga penghargaan bagi satuan kerja Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) yang paling tertib dalam administrasi kepada BAAK Pusat. Ketertiban administrasi tersebut menjadi indikator pelayanan biro tersebut kepada para dosen dan mahasiswa. Ketika UTS / UAS, diberikan pula penghargaan kepada pengawas ujian teladan.
Kepemimpinan
Kepemimpinan di UNIDA Gontor terbilang sangat efektif. Hal tersebut memberi efek dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam institusi perguruan tinggi untuk mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kepemimpinan di UNIDA Gontor bertugas memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan. Model kepemimpinan tersebut menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam institusi perguruan tinggi.
Kepemimpinan di UNIDA Gontor berlandaskan pada nilai dan filsafat hidup Pondok Modern Darussalam Gontor. Kyai Abdullah Syukri Zarkasyi menyebutkan bahwa semua kepemimpinan di PMDG harus terdiri dari beberapa item, yaitu pengarahan, pelatihan, penugasan, pengawalan, dan keteladanan. Kelima item tersebut menjadi acuan dalam menjalankan 6 fungsi kepemimpinan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pelaksanaan, pengendalian, dan pelaporan.
Keseluruhan item tersebut diaplikasikan dalam sistem Pengambilan keputusan di UNIDA Gontor yang bersifat akomodatif dari dua arah. Kedua arah tersebut yakni bersifat top-down dan bottom-up berdasarkan prinsip hubungan saling kerjasama (network) dan kesetaraan (equity). Kepemimpinan dijalankan berdasarkan 3 (tiga) dimensi yaitu :
Kepemimpinan Operasional
Kepemimpinan di tingkat Universitas dapat berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing bidang. Hal ini tercermin dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan setiap kegiatan akademik dan penunjang akademik, menyampaikan permasalahan dan pemecahan masalah (problem solving) melalui rapat rutin yang dilakukan dalam satu kali sebulan dan setiap waktu apabila diperlukan, yang dipimpin oleh Rektor dan/ atau Wakil Rektor.
Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi tujuan dan sasaran ke dalam kegiatan operasional perguruan tinggi. Dalam hal ini, pimpinan UNIDA Gontor menguasai penjabaran dan implementasi visi, misi, tujuan, dan sasaran UNIDA Gontor sehingga menjadi acuan setiap unit kerja. Acuan yang dimaksud diwujudkan dalam penetapan Rencana Induk Pengembangan UNIDA Gontor 2014-2040, Rencana Strategis (tiap 5 tahun), Rencana Operasional (tiap tahun), dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) UNIDA Gontor. 
Dalam pelaksanaannya, seluruh kinerja tiap satuan unit kerja diwajibkan selaras dengan semua acuan di atas dan bersinergi satu sama lain demi tercapainya visi, misi, tujuan, dan sasaran UNIDA Gontor. Secara berkala, pimpinan Universitas mengadakan controlling, monitoring, dan evaluasi setiap satuan unit kerja dan juga seluruh dosen dan tenaga kependidikan terkait keselarasan kinerja dan program mereka dengan visi dan misi UNIDA Gontor.
 Dalam bahasa Gontor, setelah adanya instruksi perlu diadakan pengawalan, baik secara nilai maupun sistem demi tercapainya tujuan bersama. Pengawalan ini adalah dalam rangka menemukan masalah, memahami masalah, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengambilan keputusan strategis dan inovatif.

Kepemimpinan Organisasi
Dalam kepemimpinan organisasi, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing unit kerja, baik di tingkat universitas, fakultas, dan UPT lainnya, dilaksanakan sesuai dengan struktur organisasi sesuai dengan ruang lingkup fungsi dan kewenangannya, dan bertanggung jawab dalam merealisasikan visi-misi institusi dari aspek akademik dan penunjang akademik. Hal yang demikian untuk menghindari kewajiban yang terbengkalai karena ketidakpahaman suatu unit kerja akan tugas dan wewenangnya dan juga mengantisipasi adanya overlapping dalam hal penggunaan wewenang.
Dalam mewujudkan kepemimpinan organisasi, maka universitas telah menetapkan struktur organisasi UNIDA Gontor yang telah ditetapkan melalui surat keputusan Rektor setelah mendapat persetujuan dari senat universitas. Selain itu, berbagai mekanisme dan prosedur kerja tiap unit kerja telah diatur melalui Peraturan Rektor dan Ortala. Pemahaman tata kerja organisasi dalam lingkup satuan unit kerja  di masing-masing biro, lembaga, UPT, Fakultas, dan Program Studi diatur oleh ortala masing-masing unit kerja tersebut. Semua ortala dan tata kerja yang telah diatur diperiksa dan disetujui oleh Wakil rektor yang membawahi dan kemudian disahkan oleh rektor.

Bukti Kepemimpinan Organisasional di UNIDA Gontor dapat terlihat dari hal-hal berikut:
  1. Rektor, Wakil Rektor, Dekan, dan Dosen Senior bertempat tinggal di dalam kampus. Hal ini memungkinkan interaksi 24 jam dengan para dosen yang mayoritas berada di dalam kampus dan juga para mahasiswa, di dalam dan di luar kelas. Hal tersebut juga berkontribusi besar dalam pelaksanaan, controlling, dan evaluasi berbagai kegiatan akademik mahasiswa dan kepesantrenan seperti taushiyah, kajian setelah Sholat Shubuh, Sholat berjama’ah, tahfidz, peningkatan soft skills, dan family gathering. Berbagai kegiatan tersebut adalah dalam rangka pengarahan, pelatihan, dan pembiasaan ala Gontor.
  2. Adanya sistem Dosen Wali Akademik, Dosen Tahfidz, Dosen Musyrif Asrama, Dosen Pembimbing UKM, dan Dosen Musyrif Semester dari tiap fakultas yang mewajibkan bertatap muka minimal seminggu sekali di luar kegiatan akademik, memungkinkan para dosen dan mahasiswa memiliki interaksi yang lebih banyak, khususnya dalam penanaman nilai-nilai kepesantrenan. Selain itu, semua interaksi kegiatan dosen wali dan mahasiswa merupakan salah satu bentuk pengawalan ala Gontor.
  3. Salah satu ciri kepemimpinan organisional adalah memberikan kepercayaan dan tanggungjawab atau dalam bahasa Gontor adalah penugasan. Seluruh dosen juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pertemuan ilmiah, melakukan penelitian, dan juga PkM. Pengelola UPPS dan Satker juga melakukan evaluasi organ dan struktur di masing-masing satuan kerja secara berkala.
Kepemimpinan Publik
Bagaimanapun juga kedua aspek kepemimpinan di atas tidak dapat mencapai sasaran apabila tanpa mendapat dukungan dari seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, Rektor dalam menjalankan tugasnya harus mampu menempatkan diri sebagai inovator, motivator, dan integrator sebagai bagian dari upaya mendinamisir seluruh potensi sivitas akademika dalam mewujudkan visi-misi Universitas. Untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan publik, maka pimpinan Unversitas/ diberi peluang untuk menjadi ketua atau pengurus pada berbagai lembaga profesi dan organisasi kemasyarakatan di tingkat regional, nasional maupun Internasional.
Rektor UNIDA Gontor selain menjalankan amanat sebagai Pimpinan Universitas, juga mengemban amanat sebagai Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Ketua Forum Komunikasi Pesantren Mua’adalah, Anggota Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS), anggota Rabithah al-Jami’aat al-Islamiyyah, anggota Persatuan Ulama Dunia (Ittihad al-‘Alamy li ‘Ulama al-Muslimin), Anggota Dewan Eksekutif Forum Universitas Afro-Asia (AAUF), dan Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Ponorogo.
Wakil Rektor I UNIDA Gontor juga mengemban amanat dan tugas sebagai Pendiri sekaligus Direktur INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization), Pimpinan redaksi jurnal ISLAMIA, Ketua MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia), dan menjadi salah satu dari tujuh Advisory Panel for International Academy of Islamic Education (IAME) yang berpusat di Malaysia. Selain itu, beliau juga aktif mengisi seminar dan workshop di berbagai kampus dan organisasi terkait pemikiran Islam, Peradaban Islam, dan Islamisasi.
Wakil Rektor II UNIDA Gontor mengemban amanat sebagai Dewan Penasehat IAEI Komisariat UNIDA Gontor.
Wakil Rektor III UNIDA Gontor juga mengemban beberapa amanat di luar kampus. Di antaranya adalah Divisi Kerjasama IMLA (Ittihad al-Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyyah) dan Divisi Penelitian dan Pengembangan Kurikulum Kulliyyatu-l Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau juga menjadi Mitra Bestari Jurnal ARABIA di PBA IAIN Kudus dan Ketua Yayasan Pendidikan Darul Azhar al-Bantani.
Berbagai amanah tersebut merupakan bukti kepercayaan publik kepada kinerja dan kemampuan para pimpinan UNIDA Gontor. Efektivitas kepemimpinan publik tersebut dapat terlihat dalam rekognisi Rektor dan Wakil Rektor UNIDA Gontor yang mencapai 28 rekognisi dalam 3 tahun terakhir. Kerjasama yang dihasilkan juga mencapai 146 buah kerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama serta Tindak Lanjut
Hasil evaluasi ketercapaian Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama UNIDA Gontor merumuskan beberapa catatan. Catatan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Fungsi kontrol yang belum dilaksanakan secara efektif untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi perguruan tinggi.
  2. Belum terpenuhi kelengkapan dan aksesibilitas sistem basis data institusi yang mendukung penyusunan evaluasi diri institusi dan program studi.
  3. Masih ada program studi yang terakreditasi C.
  4. Penerapan teknologi sistem informasi keuangan dan akuntansi belum berjalan dengan baik.
Dari hasil evaluasi tersebut, dapat dilihat bahwa kekurangan UNIDA Gontor adalah fungsi kontrol dan aksesibilitas sistem basis data. Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya instrumen sebagai kontrol dalam rangka pewujudan visi dan misi UNIDA Gontor.
Adapun sistem informasi yang ada masih dalam tahap permulaan. Namun, lebih penting dari itu adalah membangun SDM yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan sadar akan teknologi tersebut. Basis data yang menjadi jiwa utama dalam keberlangsungan berbagai sistem informasi terintegrasi masih kurang menyeluruh dan dapat diakses oleh semua unit kerja. Hal tersebut membuat kadangkala data yang ada masih tumpang tindih dan belum dapat dijadikan acuan bersama.
Program studi yang masih terakreditasi C dikarenakan prodi tersebut masih baru dan belum memiliki lulusan. Sebagai langkah awal dalam perjalanan panjang sistem penjaminan mutu prodi dan perguruan tinggi, hal tersebut bukan merupakan masalah dan menjadi motivasi untuk mengajukan akreditasi ulang.
Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi di atas, UNIDA Gontor mulai mengadakan berbagai pelatihan dan sosialisasi terkait komitmen bersama dari tiap unit kerja dalam perwujudan visi dan misi UNIDA Gontor. Mulai dari pengelola hingga staff mengikuti pelatihan dan workshop di berbagai tempat dengan harapan dapat meningkatkan kualitas diri dan kemudian kualitas unit kerja tersebut.
Sistem informasi yang ada juga mulai disosialisasikan ke seluruh elemen sivitas akademika. Berbagai peraturan yang ada juga mensyaratkan para sivitas akademika untuk dapat mengakses, menguasai, dan memanfaatkan berbagai basis data tersebut secara maksimal.
Setelah pengelolaan makin baik dan telah memiliki lulusan, prodi yang masih terakreditasi C akan mengajukan akreditasi ulang. Hal ini didukung oleh universitas dengan memberikan fasilitas pelatihan, pendampingan pengelolaan, dan monitoring dari BPM terhadap sistem penjaminan mutu dan pengelolaan program studi tersebut.








 

Sumber : Dokumen Tata Pamong dan Tata Kelola, Dokumen Job Description, Dokumen Analisis Jabatan, SK Penetapan Struktur Organisasi , Dokumen Pengelolaan SDM, Kode Etik Mahasiswa, Kode Etik Dosen, Kode Etik Tendik, Pedoman Pendidikan, Pedoman Pengembangan Suasana Akademik, Pedoman Otonomi Keilmuan, Pedoman Kemahasiswaan, Pedoman Penelitian, Pedoman Pengabdian Masyarakat, Pedoman Keuangan, Pedoman Sarana dan Prasarana, Pedoman Sistem Informasi, Pedoman Sistem Penjaminan Mutu, Pedoman Kerjasama, SOP Kerjasama, Dokumen Kerjasama, Laporan Kegiatan Kerjasama, Kepuasan Pengelolaan, Kepuasan Mitra Kerjasama, Laporan Pelaksanaan SPMI, AMI, dan RTM, Daftar Auditor Internal, Sertifikat Akreditasi Prodi, Laporan Kinerja PT, Peraturan Akademik , Panduan Universitas, Pelaksanaan Khutbatul Arsy,