Keuangan, Sarana, dan Prasarana

Sumber daya keuangan di UNIDA Gontor berasal dari iuran mahasiswa, wakaf produktif Pondok Modern Darussalam Gontor, dan beberapa bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Wakaf produktif Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi penyumbang dana terbesar. Hal ini yang menjadikan kekuatan UNIDA Gontor sebagai salah satu lembaga pendidikan swasta. Wakaf produktif tersebut dialokasikan pada pemenuhan kesejahteraan dosen dan mahasiswa, pemberian beasiswa mahasiswa, dan pembangunan sarana dan prasarana.  Karenanya, Perolehan sumber dana di UNIDA Gontor yaitu 44% bersumber dari mahasiswa dan 56 % bersumber selain dari mahasiswa, terdiri dari : hasil unit-unit usaha milik YPTD UNIDA Gontor dan  dana Hibah baik dari Instansi pemerintah maupun swasta. Hal ini melampaui SN, yaitu 10%.
Sejak berdirinya UNIDA Gontor di tahun 2014, berbagai sarana dan prasarana penunjang akademik dilengkapi secara bertahap. Dimulai dari pembangunan Gedung Utama sebagai kelas perkuliahan dan kantor-kantor rektorat, biro, lembaga, dan fakultas,  4 asrama mahasiswa putra, 4 asrama mahasiswi, Pusat Studi Sirah Nabawiyyah, Perumahan Dosen, dan Gedung Program Pascasarjana. Berbagai prasarana juga dikembangkan guna menunjang berbagai kepentingan akademik dan sistem kepesantrenan di UNIDA Gontor.
Sistem informasi keuangan, akademik, dan perpustakaan juga mulai dilengkapi. UNIDA Gontor mulai menyusun https://simpatika.unida.gontor.ac.id/ untuk mengakses jadwal dosen, https://siakad.unida.gontor.ac.id/ untuk keperluan akademik dosen dan mahasiswa, https://simpeg.unida.gontor.ac.id/ sebagai akses pegawai UNIDA Gontor, dan sistem perpustakaan. Akses WIFI juga cukup memadai sebesar 437.920 Kbps dengan jatah bandwidth sekitar 107.9 Kbps untuk setiap pengguna.
 

Sumber : Pedoman Pengelolaan Keuangan, Pedoman Pengelolaan Sarpras, Pedoman Pengelolaan Sistem Informasi, Laporan Keuangan, Sertifikat Kepemilikan Tanah, Blue Print Pengembangan Sistem Informasi, Pedoman RKAT, Sistem Informasi UNIDA Gontor, Sistem Pengelolaan Sarpras,