Pendidikan

Latar Belakang
Pendidikan adalah kegiatan dan fokus inti dari UNIDA Gontor. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di UNIDA Gontor tidak lain adalah dalam rangka menjalankan fungsi pendidikan dan menghasilkan lulusan sesuai dengan profil yang diinginkan. Karenanya, standar kurikulum UNIDA Gontor meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

  1. Kurikulum yang disusun UNIDA Gontor mengintegrasikan sistem pendidikan tinggi berstandar nasional dengan sistem pesantren.  Kurikulum ini didukung dengan berbagai sumberdaya dan sarana serta prasarana yang sangat memadai.
  2. Pembelajaran di UNIDA Gontor diatur dalam pedoman akademik UNIDA Gontor. Standar pengelolaan yang diterapkan mengacu pada standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Dalam mendukung pembelajaran di UNIDA Gontor diadakan penugasan dosen, penetapan strategi, metode, dan media pembelajaran serta monev kurikulum dan hasil pembelajaran.
  3. Kurikulum UNIDA Gontor juga telah mengintegrasikan hasil penelitian dan PkM dalam pembelajaran. Dengan ciri khas Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dan pendidikan bahasa Arab dan Inggris, UNIDA Gontor memanfaatkan berbagai hasil penelitian dan PkM ke dalam pengembangan kurikulum.
  4. Suasana Akademik di UNIDA Gontor diatur dalam Statuta UNIDA Gontor pasal 45, 46, dan 47 bersamaan dengan Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan. Kesemuanya telah diupayakan dan dijamin sesuai dengan nilai-nilai kepondokmodernan dan keilmuan.
  5. Dengan demikian, UNIDA Gontor memiliki posisi streegis di antara Perguruan Tinggi di  dan memiliki Daya Saing dengan perguruan-perguruan tinggi sekitar seperti UNMUH Ponorogo, IAIN Ponorogo, INSURI Ponorogo, UNMER Ponorogo. Namun, dengan distingsi yang dimiliki, UNIDA Gontor memiliki pangsa pasar bukan hanya lokal atau interlokal, namun nasional bahkan internasional. Hal tersebut dibuktikan dengan 457 mahasiswa asing yang tertarik belajar di UNIDA Gontor dalam 3 tahun terakhir
Kebijakan
Kurikulum Pendidikan dan Pengajaran yang disusun di UNIDA Gontor adalah dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh UNIDA Gontor. Dengan pendidikan dan pengajaran, target yang ingin dicapai adalah dihasilkannya insan yang beriman, berakhlaq mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran kreatif, dan menguasai 10 kompetensi dasar yang dibutuhkan dunia yang mampu mengamalkan ilmunya secara kreatif, inovatif dan profesional, serta sanggup berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. 10 kompetensi tersebut meliputi problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligent, judgement and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility.

Tujuan tersebut merupakan bentuk nyata dari Amanat Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang tertuang dalam Piagam Penyerahan Wakaf tahun 1958. Dalam piagam tersebut, PMDG diharapkan dapat berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang bermutu dan berarti. Bermutu artinya berkualitas dan memiliki kompetensi yang mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya. Adapun berarti adalah kebermanfaatan ilmu dan kemampuan para lulusannya di masyarakat.

Karenanya, kebijakan kurikulum di UNIDA Gontor merupakan integrasi dari peraturan perguruan tinggi nasional dan sistem kepesantrenan. Berikut adalah peraturan dan kebijakan yang menjadi landasan kebijakan penyelenggaraan pendidikan, tujuan dan sasaran pendidikan, strategi dan metode pencapaian, dan instrumen pencapaian pendidikan di UNIDA Gontor:
  1. Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia
  2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang Pendidikan Tinggi, pasa 10 ayat 4 huruf b;
  5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 49 tahun 2014 yang kemudian diperbaharui dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan  Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
  6. Keputusan Mendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa,
  7. Keputusan Mendiknas No. 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi
  8. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan islam Nomor: DJ.I/DT.I.IV/1591.A/2011 tentang Beban Kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi dosen di lingkungan PTAI;
  9. Statuta Universitas Darussalam Gontor Ponorogo;
  10. Rencana Induk Pengembangan UNIDA Gontor 2016-2040;
  11. Rencana Strategis UNIDA Gontor 2016-2020;
  12. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No 595/UNIDA/R-e/II/1439 tentang Dokumen Mutu (Dokumen SPMI) UNIDA Gontor tahun 1439/2017;
  13. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No. 675/UNIDA/R-e/IV/1437 tentang Peraturan Akademik UNIDA Gontor;
  14. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No. 675/UNIDA/R-e/IV/1437 pasal 19 tentang Program Hafalan al-Qur’an;
  15. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor Nomor: 831/UNIDA/R-e/IX/1438 tentang Pengesahan Buku Panduan dan Pedoman Universitas
  16. Pedoman Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang disusun oleh Direktorat Islamisasi;
  17. SOP Kegiatan Penunjang Akademik yang disusun oleh Direktorat Kepengasuhan;
  18. SOP Pembelajaran UNIDA Gontor.
  19. SK Rektor UNIDA Gontor No 230/UNIDA/R-e/XII/1437 Tentang Pedoman Pengelolaan sarana dan prasarana
  20. SK Rektor UNIDA Gontor No 231/UNIDA/R-e/XII/1437 tentang Penetapan SOP Pengelolaan Sarana dan Prasarana;
  21. SK Rektor UNIDA Gontor No 161/UNIDA/R-e/VII/2016 tentang Kode Etik Dosen;
  22. SK Rektor UNIDA Gontor No 163/UNIDA/R-e/VII/2016 tentang Kode Etik Tenaga Kependidikan;
  23. SK Rektor UNIDA Gontor No 162/UNIDA/R-e/VII/2016 tentang Kode Etik Mahasiswa UNIDA Gontor.
 
  1. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar
No Standar Strategi Pencapaian Indikator Ketercapaian Sumber Daya Mekanisme Kontrol
1 Isi Pembelajaran (Kurikulum) Menyusun Kurikulum yang sesuai dengan CPL dan dimutakhirkan secara berkala  -Institusi telah menentukan CPL sesuai dengan VMTS
-Seluruh Prodi telah memiliki Kurikulum
-Tersedianya Mata Kuliah sesuai dengan CPL Prodi
-Terlaksananya Pemutakhiran Kurikulum (KKNI)
Pimpinan Universitas, Dekan, Kaprodi, Alumni, Stakeholder -Tersedianya buku pedoman Kurikulum PS
-Silabus Kurikulum yang telah disahkan oleh Dekan
-Review Kurikulum setiap 4 tahun
-Workshop Pemutakhiran Kurikulum
2 Pembelajaran Membuat kebijakan dalam proses pembelajaran sesuai KKNI -Terselenggaranya perencanaan proses pembelajaran sesuai dengan KKNI
-Tersedianya Kebijakan Pendidikan mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proses pembelajaran
-UTS diadakan setelah 7 tatap muka dan UAS diadakan setelah 14 tatap muka
-Kehadiran mahasiswa minimal 75%
BAAK, Dekan, Kaprodi, Dosen, Mahasiswa -Jurnal Perkuliahan Dosen
-RPS yang telah disahkan oleh Kaprodi
-Rekap kehadiran mahasiswa dan dosen
-Pencekalan bagi mahasiswa/dosen yang belum memenuhi batas minimal
3 Integrasi Penelitian dan PkM dalam Pembelajaran Penelitian dan PkM diarahkan sesuai Roadmap Penelitian dan PkM dan terintegrasi dengan Kurikulum Pembelajaran Hasil Penelitian dan PkM Dosen menjadi rujukan dalam pembelajaran Dosen, Mahasiswa -Kesesuaian Penelitian dan PkM dengan Roadmap PS dan PT
4 Suasana Akademik Terciptanya suasana akademik yang kondusif dan mendukung pembelajaran di dalam kelas -Institusi telah menjamin keberadaan Suasana Akademik
-PS telah memiliki program peningkatan suasana akademik dalam RKAT
-Terlaksananya berbagai seminar, symposium, lokakarya, bedah buku, dan kajian-kajian.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahaiswaan Direktorat Islamisasi, Direktorat Kepengasuhan, BAAK, Dosen, Dosen Wali, Mahasiswa -Kontrol dari Pembimbing Asrama dan Direktorat Kepengasuhan
-Rapat Direktorat Islamisasi dengan Dosen
-Rapat Koordinasi Dewan Mahasiswa dengan WR Bidang Akademik dan Direktorat Kepengasuhan.
5 Penilaian Pembelajaran Program Studi menyelengggarakan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa sesuai mekanisme yang berlaku. -Integrasi Penilaian Akademik dan Kesantrian
-Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Program Studi
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahaiswaan Direktorat Islamisasi, Direktorat Kepengasuhan, BAAK, Dosen, Dosen Wali, Mahasiswa -Pelaporan AKPAM sebagai syarat mengikuti UAS
-Kelulusan Ujian Tahfidz sebagai syarat mengikuti UAS
-Kelulusan Ujian Bahasa sebagai syarat penulisan tugas akhir
 
  1. Indikator Kinerja Utama
  1. Kurikulum
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang dicanangkan, UNIDA Gontor menyusun berbagai kurikulum. Kurikulum tersebut merupakan hasil integrasi sistem pendidikan tinggi dan pesantren sebagaimana tertuang dalam visi dan misi UNIDA Gontor.
Peraturan terkait penetapan kurikulum Pendidikan dan Pengajaran di UNIDA Gontor telah diatur di dalam Statuta UNIDA Gontor pasal 24, 25, 26, dan 27. Secara umum, kurikulum di UNIDA Gontor berpedoman pada ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap mengacu pada nilai kepesantrenan. Secara khusus, kurikulum disusun dan dikembangkan oleh masing-masing prodi sesuai dengan Standar Nasional dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan dengan mengacu kepada nilai kepondokmodernan.
Berbagai pedoman disusun sebagai tindak lanjut penetapan kurikulum tersebut. Hingga saat ini, telah tersusun beberapa pedoman kurikulum pendidikan dan pengajaran UNIDA Gontor baik dalam kegiatan di luar kelas maupun kegiatan kepesantrenan. Pedoman tersebut antara lain:
  1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
  2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 73 tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang Pendidikan Tinggi, pasa 10 ayat 4 huruf b;
  3. Keputusan Mendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa,
  4. Keputusan Mendiknas No. 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi
  5. Statuta Universitas Darussalam Gontor Ponorogo;
  6. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No 595/UNIDA/R-e/II/1439 tentang Dokumen Mutu (Dokumen SPMI) UNIDA Gontor tahun 1439/2017;
  7. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No. 675/UNIDA/R-e/IV/1437 tentang Peraturan Akademik UNIDA Gontor;
  8. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No. 675/UNIDA/R-e/IV/1437 pasal 19 tentang Program Hafalan al-Qur’an;
  9. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor Nomor: 831/UNIDA/R-e/IX/1438 tentang Pengesahan Buku Panduan dan Pedoman Universitas
  10. Pedoman Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang disusun oleh Direktorat Islamisasi;
  11. SOP Kegiatan Penunjang Akademik yang disusun oleh Direktorat Kepengasuhan;
  12. SOP Pembelajaran UNIDA Gontor.

Berbagai pedoman tersebut disusun oleh unit kerja yang bertanggungjawab. Setelah tersusun, diadakan rapat koordinasi dengan semua unit kerja terkait dan fakultas. Hasil koordinasi kemudian menjadi catatan dalam penyempurnaan pedoman untuk kemudian diserahkan kepada Rektor untuk disahkan. Karenanya, pedoman tersebut menjadi landasan semua sivitas akademika UNIDA Gontor dalam pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran.
  1. Pembelajaran

Ketersediaan Penerapan Sistem Penugasan Dosen
Dalam sistem penugasan dosen, kebijakan yang diambil UNIDA Gontor dipertimbangkan berdasar kebutuhan, kualifikasi, keahlian, dan pengalaman. Rekrutmen dan pemerataan dosen didasarkan pada kebutuhan mahasiswa di prodi tersebut. Selain bertugas sebagai tenaga pengajar, para dosen juga ditugaskan dalam membimbing kegiatan kepesantrenan dan mahasiswa di luar kelas seperti berbagai kepanitiaan, tahfidz, serta pengembangan bahasa Arab dan Inggris. Karenanya, rasio perbandingan dosen dan mahasiswa di UNIDA Gontor saat ini tergolong sehat, yaitu 1:18.

Dosen yang direkrut juga sesuai dengan kualifikasi dan keahlian di bidang tersebut. Hal ini sesuai dengan definisi dosen dalam Peraturan Pemerintah RI No 37 tahun 2009, yaitu pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Maka, salah satu bentuk profesionalitas dapat ditunjukkan dengan sertifikat pendidik dan sertifikat keahlian. Sampai saat ini, 51 orang atau 22% dari total dosen UNIDA Gontor telah memiliki sertifikat pendidik.

Dalam rangka meningkatkan keahlian dan pengalaman dosen, UNIDA Gontor mengadakan berbagai pelatihan, kursus, workshop, seminar, dan studi lanjut. Diantara kegiatan tersebut yang telah terlaksana adalah:
    1. Menyelenggarakan diskusi dosen dan konsorsium untuk melakukan review secara periodik terhadap silabus mata kuliah agar selalu dapat menyesuaikan perkembangan keilmuan yang mutakhir;
    2. Menyelenggarakan Workshop Kurikulum KKNI di Gedung CIOS UNIDA Gontor yang dilaksanakan pada 29-31 Januari 2016 dengan narasumber Prof. Bermawy Munthe dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
    3. Menyelenggarakan Workshop Kurikulum KKNI di Gedung CIOS UNIDA Gontor yang dilaksanakan pada 15-16 Februari 2016 degan narasumber Prof. Bermawy Munthe dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
    4. Menyelenggarakan Workshop bertajuk ’Toward World Class University’ yang dilaksanakan pada 5 Maret 2016 dengan narasumber Prof. Dr. Muhammad Amin Abdullah dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
    5. Menyelenggarakan Workshop bertajuk ’Toward World Class University’ yang dilaksanakan pada 5 Maret 2016 dengan narasumber Prof. Dr. Aflatun Mukhtar dari UIN Raden Fatah Palembang;
    6. Mengirimkan beberapa dosen dalam Workshop Penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Bagi PTS di lingkungan Kopertis Wilayah VII tahun 2018 di Mojokerto pada 26-28 April 2018;
    7. Mengirimkan dosen dalam Workshop Manajemen Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2018 Angkatan II yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 September 2018 di Hotel Regent’s Park Malang;
    8. Mengirimkan dosen dalam Workshop Sosialisasi dan  Pelatihan Akreditasi IAPT 3.0 di Lorin Solo Hotel yang diadakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada 30 November – 1 Desember 2018;
    9. Mengadakan pelatihan materi Islamisasi kepada seluruh dosen, staff, tenaga kependidikan, dan mahasiswa setiap dua minggu. Langkah yang demikian dilakukan untuk mengarahkan program studi dalam menentukan kurikulum dan silabus yang sesuai dengan Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang menjadi visi dan misi UNIDA Gontor.
    10. Kegiatan-kegiatan penunjang proses penyusunan kurikulum berbasis KKNI yang  berkaitan dengan mata kuliah di bawah kendali prodi.

Penetapan Strategi, Metode, Dan Media Pembelajaran
UNIDA Gontor menekankan strategi, metode, dan pemanfaatan media pembelajaran untuk memaksimalkan transformasi dan pengembangan keilmuan. Di samping itu, UNIDA Gontor memiliki fokus dalam pembentukan karakter pendidik dalam diri semua dosen. Hal ini sesuai dengan filsafat hidup di Pondok Modern Darussalam Gontor bahwa jiwa pengajar (ruh al-Mudarris) lebih penting dari metode pembelajaran yang digunakan.
Dalam rangka meningkatkan jiwa pendidik, UNIDA Gontor menyelenggarakan pengarahan secara menyeluruh setiap Dwipekan. Perkumpulan ini diadakan dalam rangka mengarahkan, membimbing, dan mengevaluasi kinerja para dosen. Rektor dan dosen-dosen senior lainnya menjadi pembicara dalam perkumpulan ini dan membagikan berbagai pengalaman mereka selama berada di UNIDA Gontor.
Hal tersebut diadakan dalam rangka memotivasi dan memberikan teladan kepada seluruh tenaga pengajar. Sentuhan-sentuhan ideologis dan spiritualis merupakan sebuah upaya universitas dalam menciptakan tenaga pengajar yang sesuai dengan kualifikasi dan jiwa pesantren.
Selain itu, diadakan pula perkumpulan tiap dwi pekan terkait pembelajaran materi Islamisasi. Perkumpulan ini diisi dengan program perbaikan bacaan al-Qur’an (tahsin al-Qira’ah), renungan, dan pemberian materi Islamisasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membentuk dosen yang sesuai dengan jiwa pesantren dan memiliki pandangan dan perspektif yang berlandaskan Islam (Islamic Worldview).
Selanjutnya, berbagai kegiatan peningkatan metode pembelajaran juga tetap diadakan. Terlebih saat menghadapi Revolusi Industri 4.0., para dosen dituntut untuk lebih kreatif dalam mentransformasikan dan mengembangkan keilmuan. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen juga diarahkan kepada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer.
Dalam pemanfaatan media pembelajaran, UNIDA Gontor memberikan keleluasaan bagi tiap dosen untuk menggunakan kreativitas masing-masing. Berbagai sarana dan prasarana penunjang kegiatan telah dipersiapkan oleh perguruan tinggi. Mulai dari Prasarana untuk kegiatan akademik dan kepesantrenan, sarana penunjang kegiatan akademik dan kepesantrenan, hingga sistem informasi disediakan dalam rangka memenuhi sasaran tersebut.

Monev Pembelajaran Dan Kurikulum
Setelah proses pembelajaran selesai, UNIDA Gontor mengadakan monitoring dan evaluasi dari setiap kegiatan. Setiap minggu, diadakan monitoring dan evaluasi mingguan di tingkat Prodi dan Fakultas. Monitoring dan evaluasi ini membahas tentang ketercapaian RPS, kehadiran Dosen, kehadiran mahasiswa, dan ketepatan waktu perkuliahan.
Di tiap akhir semester juga diadakan evaluasi prodi dan fakultas terkait proses dan hasil pembelajaran. Mahasiswa yang tercekal, baik karena tahfidz, AKPAM, maupun kehadiran dan hasil UAS  menjadi salah satu topik pembahasan evaluasi. Di samping itu, juga diadakan evaluasi terkait kinerja dosen dilihat dari kehadiran, isi jurnal perkuliahan, kesesuaian pemberian materi dengan RPP/RPS, dan hasil pembelajaran yang dicapai mahasiswa.
Dalam waktu paling cepat 3 tahun dan paling 5 tahun diadakan review kurikulum. Hal ini diadakan dalam rangka mengembangkan dan memutakhirkan kurikulum yang sudah ada. Dalam review ini, selain para dosen di fakultas, melibatkan pula stakeholders, baik internal maupun eksternal, para lulusan, dan pengguna lulusan. Dengan demikian, kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran benar-benar ditujukan untuk melahirkan profil lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
  1. Integrasi Kegiatan Penelitian dan PkM dalam Pembelajaran
Tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan satu kesatuan yang harus dilaksanakan oleh insan akademisi di UNIDA Gontor dalam rangka menunjang peningkatan kualitas pembelajaran. Untuk mewujudkan pelaksanaan tridarma maka salah satu arah kebijakan yang ditempuh adalah pembelajaran yang dilakukan oleh dosen hendaknya sedapat mungkin berbasis penelitian (research). Sebagai dasar kebijakan tersebut, maka pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), menyusun pedoman pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang bersifat mengarahkan peneliti agar tetap menjaga dan meningkatan kualitas penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan. Terdapat buku penjaminan mutu penelitian sebagai standar baku dalam setiap jenis penelitian di UNIDA.
Penelitian bagi dosen UNIDA Gontor melalui LPPM dilaksanakan setiap tahun. Tema-tema penelitian yang diangkat disesuaikan dengan kebutuhan Program Studi dan Universitas dalam mewujudkan rencana strategis dan rencana induk pengembangan UNIDA Gontor. Selain itu, tema-tema lain juga dapat diangkat menjadi penelitian dengan tetap berada dalam core Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang berbasis Islamic Worldview. Hingga saat ini sekitar 40% luaran penelitian mahasiswa Prodi Magister PBA menjadi buku acuan pembelajaran Bahasa Arab di seluruh Prodi di UNIDA Gontor.

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan dalam rangka mewujudkan rencana strategis dan rencana induk pengembangan UNIDA Gontor. Berbagai penelitian dan kajian berbasis Islamisasi dari berbagai rumpun disiplin ilmu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Fakta menunjukkan bahwa dosen-dosen yang aktif melaksanakan penelitian sudah mulai mengintegrasikan temuan-temuan risetnya sebagai dasar dalam melaksanakan pengabdian, baik pada penelitian dasar (fundamental), maupun penelitian-penelitian pengembangan perangkat pengabdiannya. Berbagai penelitian pengembangan yang dihasilkan dosen yang menghasilkan perangkat pembelajaran seperti, bahan ajar, media pembelajaran, alat peraga, maupun panduan dari suatu model pembelajaran telah diintegrasikan ke dalam praktik pembelajaran di kampus dan masyarakat.
  1. Suasana Akademik
UNIDA Gontor menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan sesuai dengan nilai-nilai kepondokmodernan dan keilmuan. Peraturan terkait kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan diatur dalam Statuta UNIDA Gontor pasal 45, 46, dan 47. Karenanya, Rektor selaku pimpinan perguruan tinggi telah mengupayakan dan menjamin agar sivitas akademika UNIDA Gontor dapat melaksanakannya sesuai dengan nilai-nilai kepondokmodernan dan norma serta kaedah keilmuan yang ada.
Kebebasan akademik dimaknai sebagai bentuk kebebasan bagi seluruh sivitas akademika di UNIDA Gontor untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diminati melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salam satu implementasinnya adalah Pimpinan perguruan tinggi telah memberikan kesempatan dalam menyebarluaskan hasil penelitian dan menyampaikan pandangan akademik melalui kegiatan perkuliahan, ujian sidang, seminar, diskusi, simposium, ceramah, publikasi ilmiah, dan pertemuan ilmiah lain yang sesuai dengan kaídah keilmuan di depan para tim yang telah ditetapkan secara berkala.

Kebebasan Mimbar Akademik

Kebebasan mimbar akademik merupakan kebebasan setiap sivitas akademika dalam menyebarluaskan hasil penelitian dan menyampaikan pandangan akademik melalui kegiatan perkuliahan, ujian sidang, seminar, diskusi, ceramah, publikasi ilmiah, dan pertemuan ilmiah lain yang sesuai dengan kaidah keilmuan dan etika kepesantrenan yang berlaku. Di antara implementasinya adalah:
  1. UNIDA Gontor memfasilitasi sivitas akademika dalam melakukan publikasi dan presentasi ilmiah baik skala nasional maupun internasional.
  2. Mahasiswa UNIDA Gontor juga turut berkiprah dalam bidang pengembangan bakat dan minat melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) maupun organisasi mahasiswa pada fakultas dan program studi.
  3. Untuk mengembangkan budaya ilmiah, UNIDA Gontor juga rutin melakukan diskusi mingguan dan kajian Islamisasi setiap Jum’at malam. Setiap program studi juga melakukan diskusi mingguan sesuai dengan disiplin keilmuan masing-masing dan terbuka untuk semua mahasiswa UNIDA Gontor seperti Fassir (prodi IQT), Foksaa (prodi SAA), Ngopi (Ngobrol Pemikiran Islam prodi AFI), Fakta (Kajian Fakultas Tarbiyah), Kajian Friday Night Lecture, Kajian Monday Night Discussion, dan lain-lain.
  4. Dalam rangka mendukung budaya ilmiah dan menumbuhkan kebanggaan serta kepercayaan diri para mahasiswa dan dosen, UNIDA Gontor turut serta mengadakan berbagai forum ilmiah. Forum-forum yang diselenggarakan adalah seminar, konferensi, workshop, dan sarasehan yang melibatkan mahasiswa, dosen, pakar, dan undangan dari luar.
  5. Jaringan internet yang terbuka secara luas di kampus (asrama, kelas, dan sarana lainnya) sebagai fasilitas mahasiswa yang bisa diakses setiap saat melalui hotspot UNIDA.

Otonomi Keilmuan

Pimpinan perguruan tinggi mengupayakan dan menjamin setiap anggota sivitas akademika melaksanakan otonomi keilmuan secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan dilandasi etika dan norma/ kaidah keilmuan, UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, peraturan akademik UNIDA Gontor, dan peraturan kemahasiswaan UNIDA Gontor. Otonomi keilmuan merupakan kemandirian dan kebebasan sivitas akademika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga yang melekat pada kekhasan/keunikan cabang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga yang bersangkutan, dalam menemukan, mengembangkan, mengungkapkan, dan/atau mempertahankan kebenaran menurut kaídah keilmuannya untuk menjamin keberlanjutan perkembangan cabang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga.
Dengan jaminan adanya otonomi keilmuan di UNIDA Gontor ini diharapkan akan diperoleh pertumbuhan ilmu pengetahuan  secara berkelanjutan. Karena UNIDA Gontor merupakan universitas pesantren, maka Islamic studies dan integrasi ilmu pengetahuan umum dan Islam berbasis Islamisasi menjadi bentuk otonomi khas dalam pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di UNIDA Gontor.

UNIDA Gontor memberikan kewenangan seluas-luasnya  kepada seluruh sivitas akademika untuk mengembangkan keilmuan sesuai kompetensi masing-masing dalam upaya mengembangkan keilmuan sesuai dengan perkembangan zaman. Hasil kebijakan otonomi keilmuan adalah adanya partisipasi dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa dalam mengembangkan penerapan keilmuan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh sivitas akademika di lingkungan UNIDA Gontor.
Diantara bentuk otonomi keilmuan yang dapat disebutkan adalah:
    1. Universitas mendorong sivitas akademika  untuk mendaftarkan hasil kekayaan ilmiahnya untuk mendapatkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Hingga saat ini, UNIDA Gontor telah memperoleh 33  HaKI.
    2. Mengundang pakar untuk memaparkan gagasan dan temuan ilmiah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan keilmuan di UNIDA Gontor. Beberapa pakar yang datang adalah Dr. Zakir Naik, Prof. Dr. Dato’ Jamil Othman dari IIIT Malaysia, Prof. Mansyur Suryanegara, Prof. Draweesh dari IIUI Islamabad, para guru besar yang tergabung dalam Forum Universitas Afro-Asia (AAUF) dan Seminar Serantau Pendidikan Tinggi Islam (SeIPTI).
    3. Meningkatkan keterlibatan sivitas akademika dalam pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat serta mendorong karya tulis ilmiah hasil penelitian dan pengabdian dalam berbagai jurnal baik berskala nasional maupun internasional.
    4. Meningkatkan layanan administrasi akademik dan umum oleh tenaga kependidikan di tingkat universitas hingga fakultas dengan memberikan layanan yang prima.
    5. Pimpinan dan dosen mengutamakan otonomi keilmuan dengan bersikap terbuka terhadap temuan teori-teori baru atau bahkan jika terdapat perbedaan pendapat dikelola secara proporsional untuk kemajuan lembaga. Hasil temuan tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk workshop, seminar, hingga diskusi dosen dwipekanan.

Sebagai kelanjutan dari pembentukan dan pengembangan suasana akademik, UNIDA Gontor mewujudkannya dalam bentuk Rencana Kinerja dan Anggaran Tahunan dan beberapa kebijakan Universitas. Beberapa kebijakan tersebut adalah:
      1. Pedoman BKD dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan islam Nomor: DJ.I/DT.I.IV/1591.A/2011 tentang Beban Kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi dosen di lingkungan PTAI sebagai dasar evaluasi kinerja dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi;
      2. Rektor UNIDA Gontor juga mendukung pendanaan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang menjadi presenter dalam konferensi maupun seminar maupun mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional;
      3. Sebagai penyediaan sarana dan prasarana pengembangan suasana akademik, maka pengelolaan prasarana dan sarana diatur melalui SK Rektor UNIDA Gontor No 230/UNIDA/R-e/XII/1437 Tentang Pedoman Pengelolaan sarana dan prasarana dan SK Rektor UNIDA Gontor No 231/UNIDA/R-e/XII/1437 tentang Penetapan SOP Pengelolaan Sarana dan Prasaran.
Suasana Akademik juga dikembangkan dengan mengedepankan etika akademik bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang diwujudkan melalui kebijakan SK Rektor UNIDA Gontor No 161/UNIDA/R-e/VII/2016 tentang Kode Etik Dosen; SK Rektor UNIDA Gontor No 163/UNIDA/R-e/VII/2016 tentang Kode Etik Tenaga Kependidikan;dan SK Rektor UNIDA Gontor No 162/UNIDA/R-e/VII/2016tentang Kode Etik Mahasiswa UNIDA Gontor.
Suasana Akademik di UNIDA Gontor juga dibangun dengan berbagai kegiatan di luar kelas dan kepesantrenan. Interaksi dosen, staff, dan mahasiswa di dalam lingkungan pesantren dimaksudkan untuk membentuk karakter dan kepribadian para sivitas akademika UNIDA Gontor. Para dosen dan staff ditugaskan untuk terjun langsung dalam kegiatan mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Prodi, Wali Asrama, Pembimbing Akademik, Pembimbing Tahfizh, dan Pembimbing Dewan Mahasiwa sebagai bentuk langkah strategis peningkatan suasana akademik.
Di antara bentuk penanaman karakter di UNIDA Gontor adalah dengan bentuk keteladanan dan penugasan. Rektor, dosen, dan staff dituntut untuk menjadi teladan bagi semua mahasiswa UNIDA Gontor. Berbagai kegiatan dan kepanitiaan melibatkan dosen, staff, dan mahasiswa secara langsung merupakan sebuah sarana pendidikan dan pengajaran yang efektif. Para mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan dengan meneladani para dosen dan staff yang juga terlibat. Di kemudian hari, para mahasiswa tersebut diberi penugasan berbekal pelajaran yang telah didapat dalam kegiatan-kegiatan sebelumnya dan dituntut untuk menjadi teladan bagi para juniornya.
  1. Indikator Kinerja Tambahan
No Standar Indikator Kinerja Tambahan Analisis Ketercapaian
1 Isi Pembelajaran (Kurikulum) Pengembangan Kurikulum berbasis Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer -Tersusunnya kurikulum berbasis Islamisasi di seluruh Prodi
-Tersusunnya Kurikulum Pembelajaran bahasa Arab dan Inggris di seluruh Prodi
2 Pembelajaran Proses Pembelajaran dengan menggunakan bahasa arab atau inggris -Terlaksananya pembelajaran dengan bahasa Arab atau Inggris
-Terlaksananya Ujian Bahasa sebagai syarat Penulisan Tugas Akhir
-Penulisan Tugas Akhir menggunakan bahasa Arab atau Inggris
3 Suasana Akademik Penerapan Suasana Akademik dengan Model Pesantren -Terlaksananya berbagai kajian yang wajib diikuti seluruh mahasiswa dan dosen seperti kajian Islamisasi pekanan, kajian kitab-kitab turats, kuliah umum dari berbagai tamu, ahli/pakar, dan dosen, di dalam maupun di luar kelas.
-Mahasiswa dan Dosen berinteraksi selama 24 jam di dalam kampus
4 Penilaian Pembelajaran Integrasi IP Akademik dengan IP Kesantrian -Telah diterapkan angka IP Kesantrian Minimal sebagai syarat mengikuti ujian.
-Kelulusan ujian Tahfidz sebagai syarat mengikuti ujian
-Penilaian mahasiswa berprestasi dengan integrasi IPK dan IPKs
 
  1. Evaluasi Capaian Kinerja
No Standar Capaian Kinerja Faktor Pendukung/Penghambat Tindak Lanjut
1 Isi Pembelajaran (Kurikulum)  -Institusi telah menentukan CPL sesuai dengan VMTS
-Seluruh Prodi telah memiliki Kurikulum
-Tersedianya Mata Kuliah sesuai dengan CPL Prodi
-Terlaksananya Pemutakhiran Kurikulum (KKNI)
Faktor Pendukung:
CPL jelas dan telah tersosialisasikan dengan baik kepada seluruh pemangku kebijakan

Telah diadakan workshop penyusunan kurikulum bagi seluruh Dosen

Faktor Penghambat:
Paradigma Kurikulum yang selalu dinamis (KKNI – OBE) membuat PS harus selalu mengupgrade kurikulum yang ada 

Melakukan review kurikulum setiap 4 tahun dan selalu melibatkan alumni dan stakeholder dalam pemutakhiran kurikulum sesuai kebutuhan masyarakat
2 Pembelajaran -Terselenggaranya perencanaan proses pembelajaran sesuai dengan KKNI
-Tersedianya Kebijakan Pendidikan mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proses pembelajaran
-UTS diadakan setelah 7 tatap muka dan UAS diadakan setelah 14 tatap muka
-Kehadiran mahasiswa minimal 75%
Faktor Pendukung:
Para mahasiswa dan dosen yang berada di dalam kampus memudahkan monitoring disiplin pembelajaran

Kalender akademik yang telah disusun melibatkan seluruh pemangku kebijakan sehingga kegiatan perkuliahan dan kegiatan lainnya dapat berjalan tanpa bertabrakan

Faktor Penghambat:
Masih ada mahasiswa yang tercekal kehadiran
Mengadakan workshop bagi dosen-dosen baru agar lebih kreatif dalam metode pembelajaran.

Meningkatkan disiplin perkuliahan dan memahamkannya kepada mahasiswa agar tidak ada yang tercekal kehadiran minimal
3 Integrasi Penelitian dan PkM dalam Pembelajaran Hasil Penelitian dan PkM Dosen menjadi rujukan dalam pembelajaran Faktor Pendukung:
Hasil Penelitian dan PkM sudah disesuaikan dengan fokus utama pembelajaran UNIDA Gontor, yaitu Islamisasi dan Pembelajaran bahasa

Luaran Mahasiswa Pascasarjana menjadi rujukan dalam pembelajaran bahasa dan Islamisasi
Memperbanyak penelitian dan PkM yang menjadi rujukan pembelajaran sesuai dengan fokus masing-masing PS
4 Suasana Akademik -Institusi telah menjamin keberadaan Suasana Akademik
-PS telah memiliki program peningkatan suasana akademik dalam RKAT
-Terlaksananya berbagai seminar, symposium, lokakarya, bedah buku, dan kajian-kajian.
Faktor Pendukung:
Perguruan tinggi model pesantren memungkinkan interaksi mahasiswa dan dosen di luar kelas lebih banyak dan memperbanyak kegiatan penunjang akademik di luar kelas.
Meningkatkan suasana akademik dengan kegiatan yang lebih variatif dan melibatkan perguruan tinggi / masyarakat sekitar
5 Penilaian Pembelajaran -Integrasi Penilaian Akademik dan Kesantrian
-Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Program Studi
Faktor Pendukung:
Kegiatan Penunjang Akademik yang banyak dan variatif sesuai minat dan bakat mahasiswa membuat nilai IPKs meningkat setiap tahunnya.

 
Meningkatkan standar IPK dan IPKs dalam penentuan prestasi mahasiswa

Menerbitkan SKPI yang berisi kegiatan IPKs mahasiswa
 
  1. Penjaminan Mutu Proses Pendidikan
Sistem penjaminan mutu di UNIDA Gontor mengacu pada dokumen-dokumen penjamin mutu sebagai berikut:
  1. Pernyataan Komitmen Mutu yang ditandatangani oleh Rektor UNIDA Gontor tahun 2016;
  2. Kebijakan Mutu UNIDA Gontor tahun 2017;
  3. Manual Mutu UNIDA Gontor tahun 2017;
  4. Standar Mutu UNIDA Gontor tahun 2017;
  5. Formulir SPMI UNIDA Gontor.          

Unsur pelaksana penjaminan mutu di UNIDA Gontor dibentuk dengan disahkannya SK Rektor UNIDA Gontor Nomor 225/UNIDA/R-e/X/1435 tentang Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UNIDA Gontor. Dalam hal ini, LPM bertanggung jawab kepada Rektor atas penjaminan mutu dan keberlangsungan budaya mutu di lingkungan UNIDA Gontor.

Penetapan
Rektor UNIDA Gontor menetapkan dokumen acuan dalam penjaminan mutu pendidikan dan pengajaran di lingkungan UNIDA Gontor. Dokumen acuan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Statuta Universitas Darussalam Gontor Ponorogo;
  2. Rencana Induk Pengembangan UNIDA Gontor 2016-2040;
  3. Rencana Strategis UNIDA Gontor 2016-2020;
  4. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No 595/UNIDA/R-e/II/1439 tentang Dokumen Mutu (Dokumen SPMI) UNIDA Gontor tahun 1439/2017;
  5. Kebijakan Mutu UNIDA Gontor;
  6. Standar Mutu UNIDA Gontor;
  7. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No. 675/UNIDA/R-e/IV/1437 tentang Peraturan Akademik UNIDA Gontor;
  8. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor No. 675/UNIDA/R-e/IV/1437 pasal 19 tentang Program Hafalan al-Qur’an;
  9. SK Rektor Universitas Darussalam Gontor Nomor: 831/UNIDA/R-e/IX/1438 tentang Pengesahan Buku Panduan dan Pedoman Universitas
  10. Pedoman Islamisasi Ilmu Pengetahuan yang disusun oleh Direktorat Islamisasi;
  11. SOP Kegiatan Penunjang Akademik yang disusun oleh Direktorat Kepengasuhan;
  12. SOP Pembelajaran UNIDA Gontor.
  13. SK Rektor UNIDA Gontor No 230/UNIDA/R-e/XII/1437 Tentang Pedoman Pengelolaan sarana dan prasarana
  14. SK Rektor UNIDA Gontor No 231/UNIDA/R-e/XII/1437 tentang Penetapan SOP Pengelolaan Sarana dan Prasarana;

Pelaksanaan
             Pelaksanaan penjaminan mutu menggunakan acuan Pedoman akademik yang telah ditetapkan oleh Rektor UNIDA Gontor. Pedoman tersebut meliputi isi kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran.

Evaluasi
Setelah proses pembelajaran selesai, UNIDA Gontor mengadakan monitoring dan evaluasi dari setiap kegiatan. Setiap minggu, diadakan monitoring dan evaluasi mingguan di tingkat Prodi dan Fakultas. Monitoring dan evaluasi ini membahas tentang ketercapaian RPS, kehadiran Dosen, kehadiran mahasiswa, dan ketepatan waktu perkuliahan.
            Di tiap akhir semester juga diadakan evaluasi prodi dan fakultas terkait proses dan hasil pembelajaran. Mahasiswa yang tercekal, baik karena tahfidz, AKPAM, maupun kehadiran dan hasil UAS  menjadi salah satu topik pembahasan evaluasi. Di samping itu, juga diadakan evaluasi terkait kinerja dosen dilihat dari kehadiran, isi jurnal perkuliahan, kesesuaian pemberian materi dengan RPP/RPS, dan hasil pembelajaran yang dicapai mahasiswa.
            Dalam waktu paling cepat 3 tahun dan paling lama 5 tahun diadakan review kurikulum. Hal ini diadakan dalam rangka mengembangkan dan memutakhirkan kurikulum yang sudah ada. Dalam review ini, selain para dosen di fakultas, melibatkan pula stakeholders, baik internal maupun eksternal, para lulusan, dan pengguna lulusan. Dengan demikian, kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran benar-benar ditujukan untuk melahirkan profil lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat.



Pengendalian
            Setelah pelaksanaan kegiatan evaluasi, BPM UNIDA Gontor melaporkan hasil evaluasi kepada Pimpinan UNIDA Gontor. Hasil evaluasi akan ditindaklanjuti dalam bentuk Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dihadiri para pemangku kebijakan di UNIDA Gontor, mulai dari Rektor hingga Kaprodi. Berbagai hasil evaluasi yang dirasa belum mencapai standar perlu segera melakukan perbaikan.

Peningkatan
            Sebagai upaya peningkatan dalam pengelolaan Pendidikan dan Pengajaran di UNIDA Gontor, Rektor UNIDA Gontor mengadakan berbagai workshop di dalam kampus tentang pengembangan diri dosen. Selain itu, para dosen juga difasilitasi untuk mengikuti pelatihan pengembangan diri dengan berbagai workshop, seminar, lokakarya, dan sebagainya.
  1. Kepuasan Pengguna
Lembar penilaian mahasiswa adalah lembar penilaian yang dilakukan oleh mahasiswa di setiap akhir semester untuk mengevaluasi bidang Pendidikan. Kuesioner penilaian ini disesuaikan dengan standar Kemenristek Dikti; sehingga reliabilitas dan validitasnya telah teruji. Penilaian mahasiswa terhadap bidang akademik mencakup beberapa aspek, yaitu: 1) Kejelasan materi perkuliahan yang diberikan dosen; 2) Waktu yang disediakan untuk diskusi dan tanya jawab; 3) Bahan ajar suplemen yang diberikan kepada mahasiswa untuk melengkapi materi perkuliahan; 4) Dosen mengembalikan hasil ujian/tugas dengan nilai yang obyektif; 5) Ketepatan waktu kehadiran dosen; 6) Kesesuaian bidang keahlian dosen; 7) Kualitas layanan staf akademik untuk memenuhi kepentingan mahasiswa; 8) Kualitas layanan staf akademik untuk memenuhi kepentingan mahasiswa; 9) Satuan acara perkuliahan materi dosen ; 10) Kesempatan melakukan komplain nilai kepada dosen; 11) Variasi mata kuliah pilihan yang ditawarkan.

Hasil pelaksanaan survey kepuasan mahasiswa dalam bidang akademik mendapatkan hasil rata-rata: Sangat memuaskan (78%), Memuaskan (19%), Cukup memuaskan (3%), Kurang memuaskan (0%), Tidak memuaskan (0%).

 
  1. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Pendidikan serta Tindak Lanjut.
Hasil evaluasi ketercapaian Standar Pendidikan UNIDA Gontor merumuskan beberapa catatan. Catatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Beberapa Proses pembelajaran masih menggunakan metode konvensional
  2. Pemanfaatan laboratorium untuk praktikum masih minim
Dalam hasil evaluasi tersebut, ditemukan bahwa akar masalah adalah beberapa proses pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional dan ceramah. Beberapa dosen dan mahasiswa masih belum siap untuk bergeser dari paradigma Teacher Centered Learning (TCL) menuju Student Centered Learning (SCL). Ketidaksiapan tersebut dipengaruhi beberapa hal, diantaranya beberapa mata kuliah memiliki referensi dan bahasan yang cukup sulit untuk mahasiswa baru (semester 1 dan 2) sehingga mengharuskan dosen memulai dan memancing mahasiswa dengan metode ceramah, beberapa referensi masih sulit didapatkan oleh mahasiswa, dan kurangnya fasilitas pendukung yang dimiliki mahasiswa untuk mengakses rujukan digital.

Pemanfaatan laboratorium juga masih minim. Hal tersebut terkendala pemenuhan fasilitas laboratorium memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. Pihak dari PT juga perlu menyicil sedikit demi sedikit dalam pemenuhan fasilitas tersebut. Tenaga ahli dalam pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas laboratorium juga masih minim.
Pihak Universitas bekerjasama dengan Program Studi mencoba memenuhi standar sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran. Berbagai program juga dicanangkan oleh LPPM dalam membangkitkan gairah penelitian dan PkM yang sesuai dengan permasalahan masyarakat dan dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Research Based Learning (RBL) akan mulai diterapkan dalam tugas-tugas praktis mahasiswa UNIDA Gontor ke depannya guna menjembatani permasalahan tersebut.
 

Sumber : Pedoman Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Dokumen Kurikulum, Pedoman Pengendalian Mutu Pembelajaran, Pedoman Pelaksanaan Tridharma, Peraturan Akademik, Pedoman Penugasan Dosen, Pedoman Integrasi Kurikulum , Dokumen Bimbingan AKademik, Dokumen SPL dan Tugas Akhir , Buku Ajar dari Tesis Mahasiswa, Pedoman Kebebasan Akademik, Pedoman Pengembangan Suasana Akademik, Sistem Informasi Akademik, Sistem Informasi Pembelajaran,