Luaran dan Capaian Tridharma


9. Luaran dan Capaian Tridharma

1. Indikator Kinerja Utama

  1. Pendidikan
Dalam menjawab tantangan zaman dan era Globalisasi, pendidikan tinggi dituntut mampu meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Lulusan UNIDA Gontor diharapkan dapat mampu memberikan warna kepada masyarakat sekitar dalam hal kemampuan akademik, berbagai kecakapan, dan dakwah Islamiyyah. Sebagaimana termaktub dalam Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, output dan outcome dari pendirian perguruan tinggi ini adalah menghasilkan lulusan yang bermutu dan berarti/bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara. Selain unggul dalam hal akademik, para lulusan UNIDA Gontor juga mengemban amanat untuk menjadi mundziru’l qoum ‘pemberi peringatan kepada masyarakatnya’ dalam berbagai hal dan aspek kehidupan.

Berikut adalah indikator kinerja utama pendidikan:
Capaian pembelajaran IPK
Daya saing perguruan tinggi dapat dicapai bila perguruan tinggi menjalankan perannya yang didedikasikan untuk menguasai, memanfaatkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, mempelajari serta melestarikan budaya, dan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Dalam memenuhi semua peran tersebut, perguruan tinggi memerlukan indikator ukuran diri dalam rangka meningkatkan dan menjamin mutu secara terus menerus, mulai dari input, proses, hingga luaran.
Salah satu indikator nyata sumber manusia yang unggul adalah angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diraih selama masa studinya di perguruan tinggi. Bagi mahasiswa UNIDA Gontor, IPK bukan hanya sekedar angka kumulatif hasil kegiatan pembelajaran di kelas, namun merupakan gabungan dari Indeks Prestasi Kumulatif Akademik (IPKa) dan Indeks Prestasi Kumulatif Kesantrian (IPKs). Sistem kepesantrenan yang diterapkan UNIDA Gontor menitikberatkan pada proses pendidikan di samping pembelajaran dan pengajaran di ruang kuliah. Hal ini sebagai sebuah pertanggungjawaban moral dari UNIDA Gontor dan juga lulusannya untuk dapat memiliki mutu yang unggul di berbagai bidang dan dapat berdakwah di berbagai lapisan masyarakat.
Dalam 3 tahun terakhir, UNIDA Gontor telah meluluskan 1228 wisudawan dengan rincian seperti berikut:









 
No. Program Pendidikan Jumlah PS Jumlah Lulusan pada Rata-rata IPK Lulusan pada
TS-2 TS-1 TS TS-2 TS-1 TS
1 Doktor/ Doktor Terapan/ Subspesialis,              
2 Magister/ Magister Terapan/ Spesialis 2 25 30 29 3.65 3.63 3.62
3 a. Profesi 1 Tahun              
b. Profesi 2 Tahun              
4 Sarjana/ Diploma Empat/ Sarjana Terapan 17 316 430 458 3.35 3.43 3.44
5 Diploma Tiga              
6 Diploma Dua              
7 Diploma Satu              
  Total 19 341 460 487      

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa rata-rata IPK lulusan S1 adalah 3,41, lulusan S2 adalah 3,64 dan rata-rata keseluruhan 3,63. Angka tersebut menunjukkan jumlah yang ideal. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNIDA Gontor memiliki kecakapan dalam bidang akademik (IPKa) dan bidang kesantrian (IPKs) secara seimbang. Hal tersebut dalam rangka merealisasikan tujuan UNIDA Gontor dalam melahirkan lulusan yang bermutu dan berarti.

Prestasi Akademik dan Non-Akademik Mahasiswa
Hingga 2019, mahasiswa UNIDA Gontor telah cukup banyak berkiprah di berbagai event dan perlombaan di tingkat nasional maupun internasioanl. Event yang diikuti para mahasiswa sangat beragam, meliputi bidang akademik dan non-akademik. Dari semua event tersebut, mahasiswa UNIDA Gontor berhasil mengukir prestasi yang membanggakan pada  tahun 2019. Prestasi tersebut meliputi 133 kegiatan akademik dan 76 kegiatan non akademik. Hal tersebut didukung oleh kebebasan mimbar akademik para mahasiswa dan kegiatan ekstrakurikuler serta UKM yang menunjang kegiatan tersebut.

Jumlah Prestasi Akademik

Tingkat Provinsi/Wilayah       : 6 Kegiatan (4,5%)
Tingkat Nasional                    : 100 Kegiatan (75,2%)
Tingkat Internasional              : 27 Kegiatan (20,3%)





Jumlah Prestasi Non Akademik
Tingkat Provinsi/Wilayah       : 12 Kegiatan (15,8%)
Tingkat Nasional                    : 56 Kegiatan (73,7%)
Tingkat Internasional              : 8 Kegiatan (10,5%)



Dari keseluruhan, tidak sedikit yang mampu meraih prestasi dan juara. Dengan jaringan kerjasama yang cukup luas dan penguasaan ilmu yang mumpuni serta ditunjang dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, diharapkan para mahasiswa dapat lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai event di level internasional.
Oleh karenanya, UNIDA Gontor memacu keaktifan mahasiswa dan partisipasi mereka melalui nilai AKPAM yang nantinya akan diakumulasi dalam nilai IPKs dan juga penganugrahan mahasiswa berprestasi dilihat dari keaktifan di kegiatan luar kelas. Berbagai sumber daya, baik dari kesempatan, pelatihan maupun pendanaan disediakan bagi setiap UKM dan program studi untuk berpartisipasi dalam berbagai event internasional.

Efektivitas dan Produktivitas Pendidikan
Waktu penyelesaian studi yang melampaui standar waktu akan berdampak negatif, tidak hanya bagi mahasiswa, namun juga pihak-pihak lain yang berkaitan dengan universitas, dosen, maupun kepercayaan stakeholder. Pendidikan merupakan investasi masa depan, sehingga perlu mendapatkan perhatian penuh. Dampak negatif dari penyelesaian masa studi tepat waktu bagi mahasiswa adalah biaya yang dikeluarkan lebih besar dan masa yang lebih panjang dalam penyelesaian studi.
Di sisi lain, UNIDA Gontor yang memiliki sistem pesantren dan berasrama, perlu menekankan para mahasiswa untuk lulus tepat waktu agar asrama yang ada dapat diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Kemunduran masa studi ini berdampak besar pada daya tampung mahasiswa baru dan mahasiswa secara keseluruhan. Di samping itu, kredibilitas institusi perguruan tingi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pengajaran menjadi dipertanyakan.
 
No. Program Pendidikan Jumlah Lulusan pada Rata-rata Masa Studi Lulusan pada
TS-2 TS-1 TS TS-2 TS-1 TS
1 Doktor/ Doktor Terapan/ Subspesialis,            
2 Magister/ Magister Terapan/ Spesialis 25 30 29 2.70 3.00 3.40
3 a. Profesi 1 Tahun            
b. Profesi 2 Tahun            
4 Sarjana/ Diploma Empat/ Sarjana Terapan 316 430 458 4.10 4.10 4.10
5 Diploma Tiga            
6 Diploma Dua            
7 Diploma Satu            
  Total 341 460 487      

Dari data tersebut, rata-rata masa studi lulusan pada jenjang S1 adalah 4 tahun 1 bulan. Angka ini merupakan angka yang tinggi mengingat rata-rata mahasiswa UNIDA Gontor di samping fokus berkuliah juga mengabdi di pondok dan mengajar. Dengan angka tersebut, berarti mayoritas mahasiswa S1 dapat selesai tepat waktu, yaitu 4 tahun. Berbagai usaha UNIDA Gontor untuk mensukseskan ini adalah adanya coaching clinic penulisan skripsi sejak semester 6. Dengan ini, diharapkan pada semester 7 mereka sudah mengajukan judul dan mengadakan seminar proposal.
Di jenjang S2, rata-rata kelulusan masih terlampau lama, yaitu 3 tahun dari yang seharusnya 2 tahun. Hal ini disebabkan jumlah mata kuliah yang membutuhkan waktu studi selama 4 semester. Selain itu, beberapa mahasiswa terkendala dalam  penyelesaian tugas akhir. Semangat Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan tuntutan untuk menghasilkan sebuah disiplin ilmu baru membutuhkan waktu penulisan tesis yang cukup panjang.
Dalam menyikapi hal tersebut, UNIDA Gontor mulai memberikan mata pelajaran metodologi penelitian sejak semester 1 perkuliahan. Dari mata kuliah tersebut, mahasiswa diharapkan telah memiliki proposal tesis untuk mulai diajukan sejak semester 2. Dalam rangka memudahkan penyelesaian mahasiswa dalam penulisan tesis, diadakan ujian kualifikasi guna mengukur kelayakan referensi. Ujian ini diadakan sebelum seminar proposal atau ujian Majelis Pertimbangan Akademik (MPA).
Indikator lainnya adalah rasio kelulusan tepat waktu pada tiap-tiap jenjang. Berikut adalah rasio kelulusan pada Program Magister:
 
Tahun Masuk Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada Tahun*) Jumlah Lulusan s.d. Akhir TS
Awal TS-3 Awal TS-2 Awal TS-1 Akhir TS
TS-3 50 34 19  5 45
TS-2   46 36 12 34
TS-1     60 37 23
TS       86  
Adapun di jenjang Sarjana dan Diploma IV adalah sebagai berikut:
Tahun Masuk Jumlah Mahasiswa per Angkatan pada Tahun*) Jumlah Lulusan s.d. akhir TS
awal TS-6 awal TS-5 awal TS-4 awal TS-3 awal TS-2 awal TS-1 Akhir TS
TS-6 869 354 352 21 7     352
TS-5   908 394 386 20 6   386
TS-4     1125 553 550 31 13 540
TS-3       1214 596 586 42 508
TS-2         1429 825 820  
TS-1           1473 982  
TS             1542  

Dari data di atas, mayoritas mahasiswa UNIDA Gontor mencapai rasio kelulusan yang normal. Hal ini merupakan salah satu hasil dari pemberlakuan sistem pesantren yang memudahkan pengontrolan mahasiswa oleh dosen. Lingkungan asrama yang homogen (per semester) juga turut berpengaruh dalam menumbuhkan jiwa persaingan sehat dalam mencapai prestasi dan lulus secara bersama-sama.

Daya Saing Lulusan
Kesuksesan pendidikan berkaitan erat dengan aspek relevansi. Melalui aspek relevansi ini, perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing dan siap berkiprah dalam pembangunan bangsa dan negara. Daya saing lulusan dapat dilihat dari masa tunggu lulusan akan pekerjaan pertama dan kesesuaian bidang pekerjaan. Dengan demikian, tempat bekerja dan lulusan yang telah bekerja dapat memberikan saran dan masukan kepada perguruan tinggi dan program studi terkait pengembangan mata kuliah dan kurikulum sesuai dengan kebutuhan para pengguna lulusan. Kompetensi tersebut diharapkan dapat dikuasai oleh para mahasiswa selepas lulus dari perguruan tinggi.
            UNIDA Gontor membawa misi dari Pondok Modern Darussalam Gontor untuk mencetak para kader pemimpin yang mumpuni di bidang akademik, mampu menguasai ilmu agama, dan dua bahasa (Arab dan Inggris). Karenanya, lulusan UNIDA Gontor dituntut mampu berkiprah di berbagai bidang dengan berbagai tugas.
            Untuk masa tunggu lulusan, detailnya dapat dilihat di tabel berikut:
 
No. Program Pendidikan Rata-rata Masa Tunggu Lulusan
TS-4 TS-3 TS-2
1 Doktor/Doktor Terapan/Subspesialis      
2 Magister/Magister Terapan/Spesialis 1.3 2.2 1.2
3 Profesi      
4 Sarjana 3.3 1.3 2.3
5 Diploma Empat/ Sarjana Terapan      

            Dengan capaian tersebut, rata-rata lulusan UNIDA Gontor mendapatkan pekerjaan pertamanya selama 2 bulan 3 minggu atau kurang dari 5 bulan. Hal tersebut dikarenakan jaringan PMDG yang luas dan banyaknya pondok pesantren alumni dan lembaga pendidikan Islam lainnya yang membutuhkan lulusan UNIDA Gontor, khususnya S1. Selama proses pengabdian selama 1 tahun selepas wisuda, mayoritas lulusan UNIDA Gontor sudah mendapat tawaran pekerjaan sebelum menyelesaikan pengabdian sehingga seselesainya pengabdian, mereka langsung bekerja atau meneruskan studinya ke jenjang selanjutnya.
            Adapun di dunia kerja, kesesuaian bidang kerja lulusan juga bervariasi. Berikut adalah data:
No. Program Pendidikan Persentase Kesesuaian Bidang Kerja
TS-4 TS-3 TS-2
1 Doktor/Doktor Terapan/Subspesialis      
2 Magister/Magister Terapan/Spesialis 85,0% 87,0%  92,0% 
3 Profesi      
4 Sarjana 65,0% 56,0% 71,0%
5 Diploma Empat/ Sarjana Terapan      
6 Diploma Tiga      
7 Diploma Dua      
8 Diploma Satu      

            Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas lulusan  UNIDA Gontor mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan program pendidikan. Hal itu dikarenakan jaringan kerjasama yang telah dibangun oleh UNIDA Gontor. Kerjasama tersebut membuat banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan mengajukan lulusan UNIDA Gontor untuk mengabdi dan bekerja di tempat mereka selepas lulus. Selain itu, kemampuan softskill dan kecakapan mahasiswa UNIDA Gontor membuat mereka mampu bekerja di berbagai tempat kerja.

Kinerja lulusan
Kinerja lulusan diukur dari kepuasan pengguna lulusan dan tempat kerja lulusan. Dengan bekal kecakapan akademik, non-akademik, dan spiritual, lulusan UNIDA Gontor diharapkan dapat menjadi teladan di manapun mereka bekerja. Berbagai tugas yang diberikan kepada mereka selama kuliah juga membuat para lulusannya mampu bekerja maksimal di berbagai tempat kerja.
Kecakapan softskill dan jiwa entrepreneurship yang ditanamkan sejak KMI juga memberikan dampak yang signifikan. Tidak sedikit para lulusan UNIDA Gontor yang mengajar di berbagai lembaga pendidikan, dengan golongan serta ormas yang berbeda. Mereka yang terjun ke dunia entrepreneurship juga cukup banyak karena dilandasi jiwa kemandirian yang ditanamkan di UNIDA Gontor.
Hal di atas dapat ditunjukkan dengan hasil survey kepuasan para pengguna lulusan. Berikut adalah data:
No Aspek Penilaian Hasil Penilaian (%)
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
1 2 3 4 5 6
1 Etika 89% 11% 0% 0%
2 Keahlian pada bidang ilmu (kompetensi utama) 88% 12% 0% 0%
3 Kemampuan berbahasa asing 91% 9% 0% 0%
4 Penggunaan teknologi informasi 90% 10% 0% 0%
5 Kemampuan berkomunikasi 87% 13% 0% 0%
6 Kerjasama 89% 11% 0% 0%
7 Pengembangan diri 87% 13% 0% 0%

Dari data tersebut menunjukkan bahwa pengguna lulusan menilai kinerja lulusan UNIDA Gontor dengan sangat baik. Dan dapat disimpulkan bahwa lulusan UNIDA Gontor merupakan lulusan yang dapat bekerja dan berkiprah di berbagai tempat, dengan hasil yang sangat baik dalam segi etika, keahlian ilmu, kemampuan berbahasa asing, penggunaan teknologi, kemampuan komunukasi, bekerjasama, dan pengembangan diri. 
Selain hasil survey pengguna lulusan, tempat kerja lulusan menjadi tolak ukur kinerja lulusan. Berikut adalah data:

 
No. Program Pendidikan Banyaknya Lulusan yang Telah Bekerja/ Berwirausaha Tingkat/Ukuran Tempat Kerja/Berwirausaha
Lokal/ Wilayah/ Berwirausaha tidak Berbadan Hukum Nasional/ Berwirausaha Berbadan Hukum Multinasiona/ Internasional
1 2 3 4 5 6
1 Doktor/Doktor Terapan/Subspesialis        
2 Magister/Magister Terapan/Spesialis 20 10 4 6
3 Profesi        
4 Sarjana 557 330 105 122
5 Diploma Empat/ Sarjana Terapan        
6 Diploma Tiga        
7 Diploma Dua        
8 Diploma Satu        


Tingkat Lokal             : 10 (50%)
Tingkat Nasional        : 4 (20%)
Tingkat Internasional : 6 (30%)

Tingkat Lokal              : 330 (59%)
Tingkat Nasional         : 105 (19%)
Tingkat Internasional  : 122 (22%)
            Diagram di atas menunjukkan bahwa lulusan UNIDA Gontor dapat bekerja di berbagai macam instansi dan lembaga  baik lokal, nasional maupun internasional. Di tingkat internasional menunjukkan presentase yang sangat tinggi, lulusan S1 sebesar 22% , dan lulusan S2 sebesar 30%. Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan UNIDA Gontor sangat layak bekerja di tingkat internasional, dengan bekal kecakapan akademik, non-akademik, dan spiritual yang dimiliki.
 
  1. Penelitian dan PkM
UNIDA Gontor berupaya untuk menyusun program dan rencana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan zaman, khususnya dalam ranah Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer. Semua program tersebut ditindaklanjuti secara simultan dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan stakeholder dan juga tanggapan kemajuan IPTEK itu sendiri.
Seiring dimulainya Revolusi Industri 4.0, lingkungan kerja dan lingkup keilmuan mengalami banyak perubahan. Kemenristekdikti menerapkan kebijakan terkait 10 bidang pekerjaan kritikal untuk penelitian dan PkM di perguruan tinggi. Setidaknya 10 hal yang meliputi kemandirian pangan, penciptaan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pengembangan teknologi kesehatan dan obat, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan teknologi dan manajemen transportasi, pengembangan teknologi pertahanan dan keamanan, material maju, kemaritiman, manajemen penanggulangan bencana, dan sosial humanioran, seni budaya serta pendidikan merupakan kebutuhan krusial masyarakat Indonesia, bahkan dunia saat ini.
Kebijakan kemenristekdikti tersebut diakomodir oleh UNIDA Gontor dengan berbagai pendekatan disiplin ilmu berbasis Islamisasi. Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer dan menerapkannya dalam berbagai kehidupan masyarakat adalah core dari UNIDA Gontor. Karenanya, semua penelitian dan PkM diarahkan ke dalam misi tersebut.
Hingga 2019, dari total 589 penelitian, 491 penelitian dibiayai perguruan tinggi atau mandiri, 94 dibiayai lembaga dalam negeri, dan 4 dibiayai lembaga luar negeri. Adapun dari total 336 buah  PkM, 228 dibiayai perguruan tinggi atau mandiri, 103 dibiayai lembaga dalam negeri, dan 5 dibiayai lembaga luar negeri.


Publikasi Ilmiah
UNIDA Gontor memang mengakui bahwa fokus para dosen sementara ini lebih tercurahkan pada kegiatan pembelajaran. Karenanya, UNIDA Gontor mencoba mendorong para dosen untuk juga mencurahkan fokus mereka kepada penelitian dan PkM. Berbagai jumlah di atas memberikan gambaran bahwa semangat para dosen dalam melakukan penelitian dan PkM sudah mulai meningkat.
Pada 2019, publikasi ilmiah dosen mencapai angka 293 buah. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari dua tahun sebelumnya, yaitu 220 pada 2018 dan 183 pada 2017. Bila disajikan dalam grafik, tren publikasi ilmiah dosen UNIDA Gontor adalah sebagai berikut:

Jumlah  sebagaimana tersebut dalam LKPS telah mengalami peningkatan meskipun masih belum mencapai target UNIDA Gontor. Dalam rangka meningkatkan jumlah artikel tersebut, para dosen didorong lebih banyak menghasilkan penelitian dan PkM melalu pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) tiap semester. Di tiap akhir semester, dosen dengan publikasi terbanyak akan diberi penghargaan di hadapan para dosen dan mahasiswa UNIDA Gontor. Berbagai pelatihan dan workshop diadakan di lingkungan UNIDA Gontor guna meningkatkan kualitas penelitian dan PkM.
Selain kegiatan di dalam kampus, UNIDA Gontor juga memfasilitasi para dosen untuk menimba ilmu ke berbagai workshop, seminar, pelatihan, dan studi banding ke berbagai perguruan tinggi dan lembaga lainnya. Hal yang demikian dilakukan untuk meningkatkan daya saing dosen UNIDA Gontor dengan dosen-dosen lainnya di tingkat nasional.

Sitasi karya ilmiah
Jumlah artikel ilmiah dosen UNIDA Gontor yang tercatat dalam indeks sitasi internasional selama tiga tahun terakhir (2017-2019): sebanyak 216 sitasi dari 89 judul artikel yang terindeks di google scholar dan pengindeks lainnya.
Khusus Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Bahasa Arab, sebagaimana visi yang tercantum menargetkan UNIDA Gontor menjadi pusatnya. Hal tersebut perlu ditunjang dengan banyaknya luaran dari UNIDA Gontor dan menjadi rujukan utama dari berbagai perguruan tinggi Islam. Kualitas artikel juga perlu ditingkatkan dengan memiliki program anti-plagiasi dan menerapkannya pada tugas akhir mahasiswa.
Universitas juga mendukung para dosen untuk mengembangkan diri dalam berbagai forum ilmiah dengan menyediakan dana. Para dosen dan mahasiswa juga disokong dana untuk penerbitan artikel ilmiah dan buku. Mayoritas luaran diarahkan ke jurnal penelitian nasional bereputasi bahkan internasional. Hal ini agar semakin mudah menjadi rujukan bagi para akademisi lainnya. Dengan banyaknya sitasi, hal tersebut menunjukkan bahwa banyak peneliti, dosen, dan mahasiswa yang merujuk kepada UNIDA Gontor dalam disiplin ilmu tersebut.

Luaran lainnya
Pemasyaratan HaKI di lingkungan UNIDA Gontor dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daya kreasi dan inovasi intelektual sebagai kemampuan yang perlu diraih oleh para sivitas akademika. Oleh karenanya, karya temuan yang telah terdaftar untuk dilindungi harus dihormati dan dihargai. Di samping itu, wawasan akan kesadaran mengenai HaKI diharapkan dapat memberikan motivasi para sivitas akademika dalam berkreasi dan berinovasi. Asas kebebasan dalam Panca Jiwa PMDG menjadi landasan para sivitas akademika untuk berkreasi dan berinovasi.
Hingga 2019, jumlah luaran penelitian dan PkM yang dihasilkan UNIDA Gontor mencapai 102 buah Hak CIpta dan 43 buku ber-ISSN. Hal ini menunjukkan bahwa tren kesadaran akan HaKI di lingkungan UNIDA Gontor sudah mulai meningkat. Untuk mendukung hal positif yang sudah ada, UNIDA Gontor akan memfasilitasi para sivitas akademika untuk mendaftarkan karya dan temuan mereka melalui pendirian Lembaga Pengurusan HaKI di bawah LPPM.
Dalam meningkatkan kegiatan PkM, UNIDA Gontor mengalokasikan dana dan pewajiban pelaporan BKD. Dana PkM mengacu pada pagu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  yang berlaku. Besarnya anggaran yang diusulkan tergantung pada kategori penelitian. Sumber dana internal bersumber dari YPTD dan dana eksternal dari (Diktis Kemenag,  YDSF, pondok modern Darusalam Gontor, dan Instansi dalam dan luar negeri). 
Anggaran penelitian mengacu pada PMK tentang SBK Sub Keluaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  yang berlaku. Besarnya anggaran yang diusulkan tergantung pada kategori penelitian. Rincian biaya dalam proposal harus memuat SBK penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (biaya ini sudah termasuk biaya pencapaian luaran wajib) dan biaya luaran tambahan yang akan dicapai.
            Berikut adalah rencana tindak lanjut guna meningkatkan PkM dosen UNIDA Gontor:
  1. Peningkatan cluster pengabdian kepada masyarakat kampus UNIDA Gontor;
  2. Peningkatan kesadaran akan urgensi          dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat;
  3. Peningkatan jumlah pengajuan proposal pengabdian kepada masyarakat bagi dosen UNIDA Gontor;
  4. Peningkatan pemahaman dosen UNIDA Gontor terkait jenis program pengabdian kepada masyarakat dalam skema dan judul yang sesuai dengan ketertarikannya;
  5. Tertib administrasi dapat pengajuan judul dan laporan hasil pengabdian kepada masyarakat;
  6. Peningkatan mutu dan kualitas luaran program PkM;
  7. Peningkatan kualitas jurnal PkM UNIDA Gontor.
 
  1. Indikator Kinerja Tambahan
No Standar Indikator Ketercapaian Analisis Ketercapaian
1 Pendidikan Pendidikan Berbasis Pesantren -Seluruh Mahasiswa bertempat tinggal di Asrama
-Rektor sebagai Kyai dan Pimpinan Pondok sebagai
-IPK merupakan akumulasi dari IPK Akademik dan IPK Kesantrian (IPKs)
-Tahfidz menjadi mata kuliah wajib dan kelulusannya menjadi syarat mengikuti UAS
Kurikulum Berbasis Islamisasi -Implementasi Kurikulum berbasis Islamisasi (25% total seluruh MK) di seluruh prodi
-Kajian Islamisasi menjadi kegiatan wajib untuk seluruh dosen, tendik, dan mahasiswa
 
Bahasa Arab dan Inggris menjadi bahasa pengantar pembelajaran -Bahasa Arab dan Inggris menjadi bahasa Pengantar Perkuliahan
-Bahasa Arab dan Inggris menjadi mata kuliah wajib selama 3 semester
-Kelulusan Ujian Komprehensif Bahasa Arab atau Inggris menjadi syarat penulisan Tugas Akhir
-Tugas Akhir menggunakan bahasa Arab atau Inggris
2 Penelitian Roadmap Penelitian Berbasis Islamisasi dan Pembelajaran Bahasa Arab -Tersedianya Roadmap Penelitian berbasis Islamisasi
-Penelitian dalam bidang Pembelajaran Bahasa Arab di seluruh Prodi
3 PkM Roadmap PkM Berbasis Islamisasi d -Tersedianya Roadmap PkM berbasis Islamisasi
-PkM yang dilaksanakan berfokus pada pembinaan TPA, Musholla, dan  Sekolah-sekolah di sekitar kampus.
 
  1. Evaluasi Capaian Kinerja
<

Sumber : , , ,
No Indikator Target
2018-2019
Capaian
2018-2019
Analisis Ketercapaian
1 IPK Lulusan S1 3.25 3.44 Tercapai 105%
2 IPK Lulusan S2 3.5 3.62 Tercapai 103%
3 Lama Masa Studi S1 4,3 tahun 4,1 tahun Tercapai 104%
4 Lama Masa Studi S2 2.5 tahun 3.4 tahun  
5 Prestasi Akademik Mahasiswa 150 kegiatan 209 kegiatan Tercapai 139%
6 Kepuasan Pengguna Lulusan
 
75 % 91% Tercapai 121%
7 Masa Tunggu Lulusan 6 bulan 3.5 bulan Tercapai 171%
8 Sumber Dana Penelitian Eksternal